Proyek konstruksi sering mengalami keterlambatan pelaksanaan dan pembengkakan biaya yang memengaruhi kinerja proyek. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi kinerja waktu dan biaya menggunakan metode Earned Value Management (EVM) serta mengidentifikasi faktor dominan penyebab keterlambatan proyek. Penelitian menggunakan pendekatan studi kasus deskriptif kuantitatif pada Proyek Pembangunan Gedung Parkir Kejaksaan Negeri Tanjung Perak Surabaya. Data diperoleh dari sumber primer dan sekunder, kemudian dianalisis menggunakan indikator Planned Value (PV), Earned Value (EV), Actual Cost (AC), Schedule Performance Index (SPI), dan Cost Performance Index (CPI). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada minggu ke-12 proyek mengalami keterlambatan jadwal dengan nilai SPI sebesar 0,964 (<1), yang mengindikasikan bahwa progres pekerjaan lebih rendah dibandingkan target yang direncanakan. Faktor dominan penyebab keterlambatan adalah pengaruh cuaca dengan nilai loading factor sebesar 3,94. Sementara itu, kinerja biaya proyek menunjukkan kondisi yang efisien dengan nilai CPI sebesar 1,127 (>1), yang berarti biaya aktual lebih kecil dibandingkan nilai pekerjaan yang diperoleh. Penelitian ini menyimpulkan bahwa meskipun proyek mengalami keterlambatan waktu, pengelolaan biaya proyek masih berjalan secara efisien.
Copyrights © 2026