Pengelolaan hara tanah yang tidak tepat merupakan salah satu penyebab utama rendahnya produktivitas padi di Indonesia, termasuk di Desa Pematang Sijonam, Kabupaten Serdang Bedagai, Sumatera Utara. Ketidaktepatan dosis pemupukan yang masih dilakukan secara konvensional berdasarkan kebiasaan petani menyebabkan inefisiensi penggunaan input pertanian dan degradasi kesuburan tanah secara bertahap. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani dalam mengelola hara tanah sawah melalui penerapan Perangkat Uji Tanah Sawah (PUTS). Metode pelaksanaan meliputi empat tahapan: sosialisasi, pelatihan, praktik lapangan, dan evaluasi. Sasaran kegiatan adalah 32 petani anggota Kelompok Tani Maju Bersama. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan pengetahuan rata-rata dari 27,8% menjadi 82,8% (peningkatan 55,0 poin persentase), serta peningkatan keterampilan penggunaan PUTS dari 12,4% menjadi 85,6%. Uji PUTS di lapangan mengidentifikasi kondisi hara tanah yang beragam antarlahan, sehingga memungkinkan rekomendasi pemupukan yang spesifik dan efisien. Dampak kegiatan ini diharapkan mendorong efisiensi penggunaan pupuk, penghematan biaya produksi, serta peningkatan produktivitas lahan secara berkelanjutan. Kegiatan ini menegaskan bahwa pendekatan berbasis teknologi sederhana yang tepat guna sangat efektif dalam memberdayakan petani untuk menerapkan pertanian yang lebih berkelanjutan.
Copyrights © 2026