Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pemberdayaan Petani Dalam Pengelolaan Hara Tanah Sawah Menggunakan Puts Untuk Mendukung Pertanian Berkelanjutan di Desa Pematang Sijonam Lutfi Henderlan Harahap; Henny Pratiwi; Miyarnis Miyarnis; Gratis Kanisius Gulo
Jurnal Masyarakat Madani Indonesia Vol. 5 No. 3 (2026): Agustus (In Progress)
Publisher : Alesha Media Digital

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59025/hx8ve891

Abstract

Pengelolaan hara tanah yang tidak tepat merupakan salah satu penyebab utama rendahnya produktivitas padi di Indonesia, termasuk di Desa Pematang Sijonam, Kabupaten Serdang Bedagai, Sumatera Utara. Ketidaktepatan dosis pemupukan yang masih dilakukan secara konvensional berdasarkan kebiasaan petani menyebabkan inefisiensi penggunaan input pertanian dan degradasi kesuburan tanah secara bertahap. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani dalam mengelola hara tanah sawah melalui penerapan Perangkat Uji Tanah Sawah (PUTS). Metode pelaksanaan meliputi empat tahapan: sosialisasi, pelatihan, praktik lapangan, dan evaluasi. Sasaran kegiatan adalah 32 petani anggota Kelompok Tani Maju Bersama. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan pengetahuan rata-rata dari 27,8% menjadi 82,8% (peningkatan 55,0 poin persentase), serta peningkatan keterampilan penggunaan PUTS dari 12,4% menjadi 85,6%. Uji PUTS di lapangan mengidentifikasi kondisi hara tanah yang beragam antarlahan, sehingga memungkinkan rekomendasi pemupukan yang spesifik dan efisien. Dampak kegiatan ini diharapkan mendorong efisiensi penggunaan pupuk, penghematan biaya produksi, serta peningkatan produktivitas lahan secara berkelanjutan. Kegiatan ini menegaskan bahwa pendekatan berbasis teknologi sederhana yang tepat guna sangat efektif dalam memberdayakan petani untuk menerapkan pertanian yang lebih berkelanjutan.
Pengaruh Motivasi Dan Pelatihan Penyuluhan Petani Terhadap Kinerja Petani Padi Sawah (Oryza Sativa) Henny Pratiwi; Yamolala Zega; Ida Zulfida
Science and Education Journal (SICEDU) Vol 5 No 2 (2026): Science and Education Journal 2026
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/sicedu.v5i2.374

Abstract

Produktivitas petani padi sawah sangat dipengaruhi oleh motivasi internal dan dukungan eksternal seperti pelatihan penyuluhan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh motivasi dan pelatihan penyuluhan terhadap kinerja petani padi sawah di Desa Perbarakan, Kabupaten Deli Serdang. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan deskriptif. Sampel sebanyak 90 responden diambil dengan metode simple random sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan korelasi Spearman dan regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi dan pelatihan penyuluhan berpengaruh signifikan terhadap kinerja petani (R² = 0,735). Nilai t-hitung variabel motivasi sebesar 4,832 (p = 0,000) dan pelatihan penyuluhan sebesar 3,098 (p = 0,003), keduanya menunjukkan pengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja petani. Dengan demikian, peningkatan motivasi dan intensitas pelatihan penyuluhan merupakan faktor penting untuk meningkatkan produktivitas petani padi sawah.
IMPLEMENTASI GOOD MOSQUE GOVERNANCE MELALUI PROGRAM BERSIH-BERSIH MASJID DAN PELATIHAN MANAJEMEN BKM Fahmi Sulaiman; Henny Pratiwi; Asri Sanusi
Jurnal Pemberdayaan Sosial dan Teknologi Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jpstm.v5i2.5374

Abstract

Abstract: This Community Service Program was conducted at Al-Ikhlas Mosque, IDI Complex Medan, focusing on two major activities: a mosque cleaning program and a management capacity-building session for the Mosque Prosperity Board (BKM). The primary objective of this program was to improve the physical cleanliness and comfort of the mosque environment while simultaneously strengthening the managerial capacity of the BKM to ensure that mosque governance is implemented professionally, transparently, and sustainably. The methods employed included field observation, collective cleaning activities, lectures, group discussions, and technical assistance for BKM members. The results indicate that the cleaning activities successfully created a more hygienic, comfortable, and conducive worship environment, while also increasing community participation and awareness. The management training contributed to enhancing the BKM’s knowledge and understanding of organizational structure, role distribution, financial administration, program planning, and facility maintenance based on standard operational procedures. The program also fostered stronger collaboration between the implementing team and the local community, thus supporting the realization of good mosque governance principles. Overall, the program had a positive impact on strengthening the institutional capacity of the mosque and can serve as a replicable model for similar community service initiatives in other mosques with comparable needs. Sustainability of the program is recommended through the development of Standard Operating Procedures (SOPs) for cleanliness and administration, as well as follow-up training sessions for BKM members. Keywords: community service, mosque management, BKM, mosque cleanliness, community empowerment. Abstrak: Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini dilaksanakan di Masjid Al-Ikhlas Komplek IDI Medan dengan fokus pada dua program utama, yaitu kegiatan bersih-bersih masjid dan pemaparan manajemen Badan Kemakmuran Masjid (BKM). Program ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas lingkungan fisik masjid sekaligus memperkuat kapasitas manajerial pengurus BKM agar tata kelola masjid dapat berjalan secara profesional, transparan, dan berkelanjutan. Metode pelaksanaan meliputi observasi lapangan, gotong royong kebersihan, ceramah, diskusi interaktif, dan pendampingan teknis kepada pengurus BKM. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pelaksanaan bersih-bersih masjid berhasil menciptakan lingkungan ibadah yang lebih bersih, nyaman, dan higienis, serta meningkatkan partisipasi jamaah. Sementara itu, program pemaparan manajemen memberikan peningkatan pengetahuan dan pemahaman pengurus BKM terkait struktur organisasi, pembagian tugas, administrasi keuangan, penyusunan program kerja, dan manajemen kebersihan berbasis standar operasional. Kegiatan ini juga memperkuat kolaborasi antara pihak pelaksana dan masyarakat sehingga mendorong terciptanya tata kelola masjid yang lebih baik sesuai prinsip good mosque governance. Secara keseluruhan, kegiatan ini memberikan dampak positif terhadap peningkatan kapasitas kelembagaan masjid dan dapat dijadikan model pengabdian yang dapat direplikasi di masjid lain yang memiliki kebutuhan serupa. Keberlanjutan kegiatan direkomendasikan melalui penyusunan SOP kebersihan dan administrasi serta pelatihan lanjutan bagi pengurus BKM. Kata kunci: pengabdian kepada masyarakat, manajemen masjid, BKM, kebersihan masjid, pemberdayaan masyarakat.