Petani padi sawah di Indonesia umumnya masih menerapkan pemupukan berdasarkan kebiasaan turun-temurun tanpa mempertimbangkan kondisi aktual unsur hara tanah, sehingga terjadi pemborosan pupuk, peningkatan biaya produksi, dan penurunan kualitas tanah. Permasalahan serupa ditemukan di Desa Pematang Sijonam, Kabupaten Serdang Bedagai. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan petani dan efisiensi pemupukan melalui implementasi teknologi Perangkat Uji Tanah Sawah (PUTS) yang dikembangkan oleh Balai Penelitian Tanah. Kegiatan dilaksanakan pada 28 April 2026 di balai desa setempat dengan pendekatan workshop dan pendampingan masyarakat, melibatkan 25 anggota Kelompok Tani Tani Makmur. Tahapan kegiatan meliputi survei awal, identifikasi masalah, sosialisasi, pelatihan penggunaan PUTS, praktik lapangan, serta evaluasi melalui pre-test dan post-test. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan rata-rata pengetahuan petani dari 42,6 % menjadi 87,3 %. Penerapan rekomendasi pemupukan berbasis hasil PUTS menurunkan penggunaan urea sebesar 25 % dan SP-36 sebesar 28,6 %, menekan biaya pemupukan sekitar 24,9 %, sekaligus meningkatkan produktivitas padi 13,5 %. Kegiatan ini efektif sebagai model pemberdayaan untuk mendukung pertanian berkelanjutan di tingkat desa
Copyrights © 2026