Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Pengaruh Pemberian Pupuk Organik Terhadap Sifat Kimia Tanah dan Pertumbuhan Tanaman Terong Ungu (Solanum melongena L.) Alfarisi, Salman
Biofarm : Jurnal Ilmiah Pertanian Vol 20, No 1 (2024): BIOFARM JURNAL ILMIAH PERTANIAN
Publisher : Universitas Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31941/biofarm.v20i1.4255

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian pupuk organik kandang ayam terhadap sifat fisika tanah dan pertumbuhan tanaman terong ungu. Penelitian ini mulai pada bulan Juli sampai bulan Oktoer 2021 di Desa Bandar Khalipah, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang, Provinsi Sumatera Utara. Penelitian ini menggunakan Metode Rancangan Acak Kelompok (RAK) pola 4×4, yaitu 3 taraf perlakuan pemberian pupuk organik (pupuk kandang ayam) dan  tanpa perlakuan pupuk (kontrol). Setiap perlakuan diulang sebanyak 3 kali sehingga terdapat 12 plot. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian berbagai dosis pupuk organik kandang ayam berpengaruh nyata terhadap variabel pengamatan tinggi tanaman dan jumlah daun tanaman terong ungu. Penambahan bahan organik kandang ayam juga dapat memperbaiki sifat fisika tanah terutama pada variabel pengamatan bobot isi tanah, porositas dan permeabilitas. Kata kunci: Terong Ungu, Pupuk Organik Kandang Ayam, Sifat Fisika Tanah
PATTERNS OF FARMING FINANCING AMONG CORN FARMERS IN BUN BUN ALAS VILLAGE Sihotang, Mutiah Khaira; Alfarisi, Salman
Proceeding International Seminar of Islamic Studies INSIS 6 (February 2024)
Publisher : Proceeding International Seminar of Islamic Studies

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The agricultural sector in Indonesia is the leading sector in the nation's economic growth, including creating jobs and reducing poverty. Based on data from the Central Statistics Agency (BPS), the role of the agricultural sector as a provider of employment opportunities has not yet been replaced. Corn farmers are one source of income for the people of Kutacane, Southeast Aceh Regency. However, there are still people who are unable to cultivate the land they own due to limited capital. This is because this location is not accessible to Islamic financial institutions. However, farmers have their own financing patterns to meet the capital needed. The research aims to determine the analysis of corn farming financing patterns in Kutacane using qualitative research methods. There are two sources of data, namely primary data and secondary data. Primary data was collected from all respondents through interviews using a list of prepared questions and also observations. Meanwhile, secondary data was obtained from libraries, literature and related agencies. Based on the results of research conducted, financing patterns for corn farmers in Kutacaen include independent financing, private financing, land processing financing and government financing.
Pengaruh Pupuk Kandang Ayam dan NPK 16:16:16 Terhadap Pertumbuhan Tanaman Sawi Pakcoy (Brassica rapa L.) Oktavianus Laia; Salman Alfarisi
Biofarm : Jurnal Ilmiah Pertanian Vol. 20 No. 2 (2024): BIOFARM JURNAL ILMIAH PERTANIAN
Publisher : Universitas Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31941/biofarm.v20i2.5445

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh pupuk kandang ayam dan NPK 16:16:16 terhadap pertumbuhan tanaman sawi pakcoy (Brassica rapa L.) serta menentukan dosis optimal dari kedua pupuk tersebut. Penelitian dilakukan di lahan percobaan Universitas Pembinaan Masyarakat Indonesia, Deli Serdang, Medan, pada bulan Juni hingga Agustus 2024 menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan dua faktor perlakuan, yaitu dosis pupuk kandang ayam (1 kg, 1,5 kg, dan 2 kg/plot) serta NPK 16:16:16 (33,75 g, 67,5 g, dan 101,25 g/plot) dengan tiga ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pupuk kandang ayam berpengaruh sangat nyata terhadap jumlah daun pada umur 7 hst dan berpengaruh nyata terhadap lebar daun pada umur 14 hst, namun tidak berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman dan bobot basah tanaman. Pemberian pupuk NPK 16:16:16 tidak memberikan pengaruh signifikan terhadap semua parameter pertumbuhan. Interaksi antara pupuk kandang ayam dan NPK 16:16:16 juga tidak menunjukkan pengaruh nyata terhadap pertumbuhan tanaman.
Respon Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Lobak Putih (Raphanus sativus L.) Terhadap Aplikasi Pupuk POC dan NPK. Mahfira Larassati; Salman Alfarisi
Biofarm : Jurnal Ilmiah Pertanian Vol. 20 No. 2 (2024): BIOFARM JURNAL ILMIAH PERTANIAN
Publisher : Universitas Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31941/biofarm.v20i2.5469

Abstract

Tanaman lobak putih adalah salah satu tanaman sayuran yang dikonsumsi bagian daun dan umbinya. Kandungan kimia yang ada pada umbi dan daun lobak berupa minyak atsiri, saponin polifenol dan flavonoid. Lobak mempunyai bentuk seperti wortel, namun berwarna putih dan ukurannya lebih besar. Kebutuhan sayuran sekarang semakin meningkat seiring kesadaran manusia akan kebutuhan nutrisi untuk kesehatannya. Lobak memiliki kandungan gizi cukup tinggi, yaitu vitamin A,Vitamin B (B1, B2, B3, B5, B6, B9), vitamin C, serat, gula, energi, karbohidrat, fosfor, kalsium, magnesium, kalium, lemak, dan protein. Selain itu, pada umbi dan daun lobak juga mengandung senyawa kimia seperti minyak atsiri, saponin polifenol dan flavonoid (Hasral dan Ibrahim 2018). Pelaksanaan penelitian ini dilakukan pada bulan Juni-Agustus 2024, dilahan kebun percobaan Fakultas Pertanian Universitas Pembinaan Masyarakat Indonesia UPMI Medan di Jl. Balai Desa Pasar 12 Marindal II, Kecamatan Patumbak Kabupaten Deli Serdang, Provinsi Sumatera Utara. Penelitian ini menggunakan 2 Faktor yaitu Faktor I : pemberian Poc (P), yang terdiri dari 3 Taraf yaitu : P0 = Tanpa Poc P1 = 5ml/tanaman P2 = 10ml/tanaman Faktor II : pemberian pupuk NPK (N), yang terdiri dari 3 Taraf yaitu : N0 = Tanpa pupuk NPK N1 = 10 gram/tanaman N2 = 20 gram/tanaman. Data dianalisis menggunakan ANOVA (Analysis of Variance) dan uji lanjut dengan Duncan Multiple Range Test (DMRT) pada taraf lima persen (5%). Penelitian Ini Dilaksanakan Dengan Dengan Ulangan Sebanyak 3 Ulangan. Parameter Yang Diamati Dalam Penelitian Ini Adalah tinggi tanaman (cm), jumlah daun (helai), (cm), berat basah (g), Panjang umbi (cm). Hasil penelitian ini menunjukan bahwa Interaksi pemberian POC (P) dan Pupuk NPK (N) P2N2 memberikan hasil yang paling terbaik berpengaruh nyata terhadap seluruh parameter pengamatan. Kata kunci : Lobak, NPK, POC
Pengaruh Sistem Olah Tanah dan Pemupukan NPK Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Jagung Manis (Zea mays L.) Daeli, Ines Junita Putri; Zulfida, Ida; Alfarisi, Salman
JURNAL AGROPLASMA Vol 12, No 2 (2025): Vol 12, No 2 (2025): (JURNAL AGROPLASMA VOLUME 12 NO 2 TAHUN 2025)
Publisher : UNIVERSITAS LABUHANBATU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36987/agroplasma.v12i2.7890

Abstract

This study aims to evaluate the effect of soil tillage systems and NPK fertilizer doses on the growth and yield of sweet corn (Zea mays L.). The study was conducted using a two-factor factorial RAK, namely soil tillage (no tillage, minimum, and maximum) and NPK doses (0, 60, 90, and 120 g/plot). The results showed that the maximum soil preparation treatment (O3) and NPK fertilizer rate of 120 g/plot (P3) generally yielded the best results. However, the combination of O1P2 (no soil preparation + 90 g of fertilizer) also showed high yields on certain parameters, indicating the potential for fertilizer efficiency without the need for intensive soil preparation. This study underscores the importance of combining appropriate land management and fertilization practices to sustainably enhance sweet corn productivity. Keywords: sweet corn, soil tillage system, NPK fertilizer, growth, yield
Pengaruh Kompos dan Pupuk NPK 16:16:16 Terhadap Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Terung Ungu (Solanum melongena L.) Tumangger, Rade Karina; Zulfida, Ida; Alfarisi, Salman
JURNAL AGROPLASMA Vol 12, No 2 (2025): Vol 12, No 2 (2025): (JURNAL AGROPLASMA VOLUME 12 NO 2 TAHUN 2025)
Publisher : UNIVERSITAS LABUHANBATU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36987/agroplasma.v12i2.7898

Abstract

Eggplant (Solanum melongena L.) is a vegetable crop cultivated for its fruit, which is used as a food ingredient, either consumed fresh or processed into various dishes due to its pleasant taste. The decline in purple eggplant production can be caused by several factors, including poor soil fertility, inadequate cultivation practices, and improper fertilizer use. This study aims to analyze the effect of compost and NPK 16:16:16 fertilizer on the growth and yield of purple eggplant, as well as the interaction between the two types of fertilizers. The research was conducted at the experimental field of the Faculty of Agriculture, Universitas Pembinaan Masyarakat Indonesia, using a factorial randomized block design (RBD). The factors tested were compost doses (0, 1, 2, and 3 kg/plot) and NPK 16:16:16 doses (0, 50, 100, and 150 grams/plot). Eggplant growth data were measured at 14, 21, and 28 days after planting and analyzed using ANOVA followed by Duncan's multiple range test. The results showed that the best fertilizer treatment for eggplant growth was the combination of 3 kg compost/plot and 150 g NPK/plot, which resulted in a plant height of 70.3 cm. This indicates that the combination of both fertilizers significantly improved plant growth compared to other treatments. Keywords: eggplant, compos, NPK fertilizer
PENGARUH JARAK TANAMAN DAN VARIETAS TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN JAGUNG (ZEA MAYS L) Daeli, Epipanias; Zulfida, Ida; Alfarisi, Salman
Agripreneur : Jurnal Pertanian Agribisnis Vol. 14 No. 2 (2025): December: Ilmu Pertanian dan Bidang Terkait
Publisher : Institute of Computer Science (IOCS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35335/agripreneur.v14i2.6773

Abstract

Jagung (Zea mays L.) merupakan salah satu komoditas pangan utama di Indonesia yang memerlukan pengelolaan budidaya optimal untuk meningkatkan produktivitasnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh jarak tanam dan varietas serta interaksi keduanya terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman jagung, meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah baris per tongkol, jumlah tongkol per tanaman, dan berat tongkol. Penelitian dilaksanakan pada bulan Mei hingga Agustus 2024 di lahan pertanian agro Universitas Pembinaan Masyarakat Indonesia (UPMI) menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial dengan dua faktor, yaitu jarak tanam (J1 = 40×25 cm, J2 = 50×25 cm, J3 = 60×25 cm) dan varietas (V1 = BISI 18, V2 = BONANJA F1, V3 = GULAKU), menghasilkan sembilan kombinasi perlakuan. Hasil analisis menunjukkan bahwa baik jarak tanam maupun varietas memberikan pengaruh sangat nyata terhadap semua parameter pertumbuhan dan hasil. Jarak tanam 60×25 cm (J3) menghasilkan pertumbuhan dan hasil terbaik, sedangkan varietas BONANJA F1 (V2) menunjukkan performa superior dibandingkan varietas lainnya. Interaksi antara kedua faktor juga menunjukkan pengaruh sangat nyata, terutama pada kombinasi J3V2 yang memberikan hasil paling optimal. Penelitian ini merekomendasikan penggunaan jarak tanam 60×25 cm dengan varietas BONANJA F1 sebagai strategi budidaya yang efektif untuk meningkatkan produktivitas jagung di lahan pertanian.
Implementasi Teknologi Puts Dalam Meningkatkan Efisiensi Pemupukan Padi Sawah di Desa Pematang Sijonam Yelfi Yana Linda Br Jabat; Ida Zulfida; Dora Silvia Dewi; Mukti Hakim; Salman Alfarisi
Jurnal Masyarakat Madani Indonesia Vol. 5 No. 3 (2026): Agustus
Publisher : Alesha Media Digital

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59025/3mngy753

Abstract

Petani padi sawah di Indonesia umumnya masih menerapkan pemupukan berdasarkan kebiasaan turun-temurun tanpa mempertimbangkan kondisi aktual unsur hara tanah, sehingga terjadi pemborosan pupuk, peningkatan biaya produksi, dan penurunan kualitas tanah. Permasalahan serupa ditemukan di Desa Pematang Sijonam, Kabupaten Serdang Bedagai. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan petani dan efisiensi pemupukan melalui implementasi teknologi Perangkat Uji Tanah Sawah (PUTS) yang dikembangkan oleh Balai Penelitian Tanah. Kegiatan dilaksanakan pada 28 April 2026 di balai desa setempat dengan pendekatan workshop dan pendampingan masyarakat, melibatkan 25 anggota Kelompok Tani Tani Makmur. Tahapan kegiatan meliputi survei awal, identifikasi masalah, sosialisasi, pelatihan penggunaan PUTS, praktik lapangan, serta evaluasi melalui pre-test dan post-test. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan rata-rata pengetahuan petani dari 42,6 % menjadi 87,3 %. Penerapan rekomendasi pemupukan berbasis hasil PUTS menurunkan penggunaan urea sebesar 25 % dan SP-36 sebesar 28,6 %, menekan biaya pemupukan sekitar 24,9 %, sekaligus meningkatkan produktivitas padi 13,5 %. Kegiatan ini efektif sebagai model pemberdayaan untuk mendukung pertanian berkelanjutan di tingkat desa
EFEKTIFITAS PEMBERIAN CENDAWAN MIKORIZA ARBUSKULAR (CMA) DAN PUPUK NPK TERHADAP PERTUMBUHAN JAGUNG MANIS (Zea Mays L) Salman Alfarisi
Jurnal Al Ulum LPPM Universitas Al Washliyah Medan Vol. 14 No. 2 (2026): Jurnal Al Ulum: LPPM Universitas Al Washliyah Medan
Publisher : UNIVERSITAS AL WASHLIYAH (UNIVA) MEDAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47662/alulum.v14i2.1367

Abstract

Jagung manis merupakan salah satu komoditas pangan yang telah banyak dibudidayakan karena memiliki rasa lebih manis dan umur panen yang lebih cepat dibandingkan dengan jagung biasa. Salah satu upaya untuk meningkatkan unsur hara yang tersedia di dalam tanah untuk mencukupi kebutuhan tanaman yaitu dengan dilaksanakannya pemupukan. Tujuan Penelitian adalah Untuk mengetahui Efektifitas Pupuk CMA dan pupuk NPK serta pengaruh interaksi penggunaan pupuk CMA dan Pupuk NPK terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman Jagung Manis. Penelitian ini dilaksanakan di Jl Bunga Rampai Simalingkar B Medan. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan April sampai Juli 2024.Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok faktorial yang terdiri dari dua faktor yaitu:Faktor 1, pupuk CMA (C) terdiri dari 4 taraf yaitu:C0 = kontrol, C1 = Dosis pupuk 10 gram/tan,C2 = Dosis pupuk CMA 20 gram/tan ,C3 = Dosis pupuk CMA 30 gram/tan. Faktor ke 2 pupuk NPK (N) terdiri dari 4 taraf yaitu N0 = Kontrol, N1 = dosis 0.2 gram/tan, N2 = 0.4 gram/tan dan N3 = 0.6 gram/tan. Hasil penelitian menunjukkan penggunaan pengunaan pupuk CMA berbeda nyata terhadap tinggi tanaman,jumlah daun, diameter batang, berat kotor dan berat bersih tanaman.Interaksi penggunaan pupuk CMA dan Pupuk NPK berbeda nyata terhadap tinggi tanaman,jumlah daun, diameter batang, berat kotor dan berat bersih tanaman.
Respons Produksi Padi Gogo (Oryza sativa L.) terhadap Pemberian Pupuk NPK dan Pupuk Hayati Mikoriza Lutfi Henderlan Harahap; Salman Alfarisi; Miyarnis
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek Vol. 5 No. 3 (2026): Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/vwf1zt66

Abstract

Padi gogo berpotensi memperluas produksi beras pada lahan kering, tetapi produktivitasnya sering dibatasi oleh rendahnya ketersediaan dan efisiensi serapan hara. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi respons produksi padi gogo terhadap pupuk NPK dan pupuk hayati mikoriza serta menentukan kombinasi perlakuan yang memberikan bobot gabah tertinggi. Penelitian dilaksanakan pada Juni–September 2025 di lahan pertanian Universitas Pembinaan Masyarakat Indonesia, Deli Serdang, Sumatera Utara. Percobaan menggunakan Rancangan Acak Kelompok faktorial 3 × 3 dengan tiga ulangan sehingga terdapat 27 satuan percobaan. Faktor pertama ialah dosis NPK 0, 10, dan 20 g tanaman⁻¹, sedangkan faktor kedua ialah dosis pupuk hayati mikoriza 0, 50, dan 100 g tanaman⁻¹. Parameter produksi meliputi bobot gabah basah dan bobot gabah kering per tanaman. Data dianalisis dengan analisis ragam pada taraf 5% dan dilanjutkan dengan Duncan’s Multiple Range Test apabila berpengaruh nyata. Faktor NPK berpengaruh nyata terhadap kedua parameter, sedangkan faktor mikoriza dan interaksi kedua faktor tidak berpengaruh nyata. Dosis NPK 20 g tanaman⁻¹ menghasilkan bobot gabah basah 85,67 g tanaman⁻¹ dan bobot gabah kering 83,37 g tanaman⁻¹, masing-masing meningkat 24,79% dan 21,65% dibandingkan kontrol. Kombinasi NPK 20 g tanaman⁻¹ dan mikoriza 50 g tanaman⁻¹ memberikan bobot gabah basah tertinggi secara numerik (85,85 g tanaman⁻¹), tetapi tambahan mikoriza pada dosis NPK tersebut tidak meningkatkan bobot gabah kering secara nyata. Pada kondisi penelitian, NPK 20 g tanaman⁻¹ merupakan dosis paling efektif, sedangkan manfaat mikoriza perlu dioptimalkan melalui evaluasi kolonisasi akar dan ketersediaan hara tanah.