Indonesia merupakan negara dengan tingkat kegempaan tinggi yang rentan terhadap bahaya likuifaksi, khususnya pada tanah jenuh air. Likuifaksi merupakan fenomena hilangnya kekuatan geser tanah akibat peningkatan tekanan air pori selama guncangan gempa. Kota Lhokseumawe termasuk wilayah dengan aktivitas seismik signifikan sehingga diperlukan analisis potensi likuifaksi untuk mendukung mitigasi bencana dan perencanaan infrastruktur. Penelitian ini bertujuan menganalisis potensi likuifaksi berbasis kecepatan gelombang geser (Vs) yang diperoleh dari data Cone Penetration Test (CPT) menggunakan metode Kayen dkk. (2013), serta menentukan tingkat kerentanan tanah melalui Liquefaction Potential Index (LPI) berdasarkan metode Iwasaki dkk. (1981). Analisis meliputi perhitungan CSR, CRR, FSliq, LPI, dan pemetaan zonasi menggunakan metode Inverse Distance Weighting (IDW). Hasil menunjukkan 13 titik berpotensi sangat tinggi, 7 titik potensi sedang hingga tinggi, 2 titik potensi sedang, dan 4 titik tidak berpotensi likuifaksi. Peta zonasi yang dihasilkan dapat menjadi acuan mitigasi risiko gempa di Kota Lhokseumawe.
Copyrights © 2026