Educational Journal
Vol. 1 No. 4 (2026): MAY-JULY

Sains Tanpa Jiwa Berbahaya: Mengapa Integrasi Ilmu Menjadi Kunci Menghadapi Disrupsi Teknologi

Anggi Juliana Sari (Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka)



Article Info

Publish Date
27 Jun 2026

Abstract

Gelombang disrupsi teknologi di abad ke-21 tidak hanya membawa pembaruan teknis dan efisiensi, tetapi juga memicu krisis moral, sosial, dan spiritual seperti maraknya hoaks, penipuan digital, perundungan siber, dan pelanggaran privasi akibat penyalahgunaan data. Fenomena "sains tanpa jiwa" ini lahir akibat adanya dikotomi antara ilmu umum (sains-teknologi) dan ilmu agama (etika-spiritual), di mana inovasi dikembangkan secara bebas nilai (value-free) demi keuntungan materi semata. Penelitian ini bertujuan untuk mengupas pentingnya konsep integrasi ilmu sebagai kunci krusial menghadapi disrupsi teknologi serta bagaimana menginternalisasikannya dalam pendidikan tinggi. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif berbasis studi kepustakaan (library research) dengan tahapan analisis reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa integrasi ilmu berfungsi sebagai jembatan epistemologis yang mendudukkan nilai spiritual dan iman sebagai pemandu, pengontrol, dan pemberi arah laju inovasi teknologi agar tidak bersifat destruktif. Di tingkat perguruan tinggi, internalisasi nilai-nilai profetik (shiddiq, amanah, tabligh, fathanah) dalam kurikulum menjadi fondasi struktural untuk membentuk karakter mahasiswa agar adaptif terhadap teknologi, bijaksana, dan mampu memanfaatkan keilmuannya demi kemaslahatan masyarakat luas.

Copyrights © 2026






Journal Info

Abbrev

edu

Publisher

Subject

Education Other

Description

Dedicated to the dissemination of high-quality research in the field of education. It focuses on studies related to teaching and learning processes, curriculum development, educational environments, teacher education, educational technology, and education development at various levels. The journal ...