Kemampuan berpikir kreatif matematis siswa Indonesia masih tergolong rendah, sebagaimana tercermin dari hasil TIMSS 2015 dan PISA 2022. Salah satu pendekatan pembelajaran yang dinilai mampu mengatasi permasalahan ini adalah Discovery Learning berbasis STEM, yang melibatkan siswa secara aktif dalam eksplorasi dan penemuan konsep melalui integrasi Sains, Teknologi, Teknik, dan Matematika. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana Discovery Learning berbasis STEM berkontribusi dalam meningkatkan kemampuan berpikir kreatif matematis siswa melalui pendekatan Systematic Literature Review (SLR). Artikel dikumpulkan dari Google Scholar menggunakan aplikasi Publish or Perish dengan kata kunci "Discovery Learning", "STEM", "Creative Thinking", dan "Mathematics Education", yang diterbitkan antara tahun 2015 hingga 2025. Berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi, 7 dari 29 artikel yang teridentifikasi dipilih untuk dianalisis secara mendalam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Discovery Learning berbasis STEM secara konsisten meningkatkan kemampuan berpikir kreatif matematis siswa, khususnya pada aspek kelancaran (fluency), keluwesan (flexibility), orisinalitas (originality), dan elaborasi (elaboration), serta menghasilkan peningkatan yang jauh lebih signifikan dibandingkan pembelajaran konvensional. Pendekatan ini juga terbukti meningkatkan motivasi belajar siswa. Temuan ini menunjukkan bahwa Discovery Learning berbasis STEM dapat menjadi model pembelajaran strategis untuk memperkuat keterampilan berpikir kreatif siswa dalam menghadapi tantangan abad ke-21.
Copyrights © 2026