Pembinaan iman anak dalam keluarga Katolik menghadapi berbagai tantangan akibat kesibukan orang tua, lemahnya praktik doa bersama, dan berkurangnya pengalaman iman dalam kehidupan keluarga sehari-hari. Di sisi lain, kajian mengenai formasio liturgi dalam keluarga sebagai sarana pembentukan iman anak masih relatif terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi formasio liturgi dalam keluarga Katolik seturut Desiderio Desideravi dan dampaknya terhadap pembentukan iman anak di Paroki St. Maria Ratu Rosari Tanjung Selamat. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi terhadap keluarga Katolik sebagai partisipan penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa formasio liturgi dalam keluarga diwujudkan melalui kebiasaan doa bersama, penggunaan simbol iman, pembacaan Sabda Tuhan, keterlibatan aktif anak dalam doa keluarga, pendampingan relasional orang tua, kebiasaan makan bersama, dan praktik kesaksian iman dalam kehidupan sehari-hari. Formasio liturgi dalam keluarga berkontribusi terhadap pembentukan habitus iman dan ritme rohani anak, mendorong partisipasi aktif dalam liturgi Gereja, memperdalam relasi anak dengan Kristus, serta memperkuat relasi keluarga dan kepekaan sosial anak. Penelitian ini menegaskan bahwa keluarga sebagai ecclesia domestica merupakan ruang penting formasio liturgi dan pembentukan iman anak dalam kehidupan sehari-hari.
Copyrights © 2026