Kesejahteraan subjektif (subjective well-being) peserta didik di sekolah dasar sering kali terabaikan dalam praktik pembelajaran, padahal aspek ini sangat krusial dalam mendukung pencapaian prestasi akademik dan kebahagiaan anak di sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi faktor-faktor pembentuk kesejahteraan subjektif peserta didik sekolah dasar sekaligus merumuskan strategi untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman dan suportif. Metode penelitian yang digunakan adalah Literatur Review atau studi kepustakaan (library research). Penelusuran literatur difokuskan pada artikel jurnal dan dokumen ilmiah yang diterbitkan dalam 10 tahun terakhir menggunakan basis data Google Scholar, yang kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis isi (content analysis) dan sintesis naratif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesejahteraan subjektif anak dibentuk oleh interaksi kuat antara faktor internal dan eksternal. Faktor internal meliputi konsep diri, kapasitas emosional, dan spiritualitas. Sementara itu, faktor eksternal sangat didorong oleh kehangatan pengasuhan keluarga, dukungan emosional dari guru, serta iklim sekolah yang bebas dari perundungan (zero-bullying). Kesimpulannya, praktik pengajaran di sekolah dasar harus menerapkan pendekatan whole-child yang tidak hanya berorientasi pada target akademik, tetapi juga mengintegrasikan Pembelajaran Sosial-Emosional (SEL) dan peningkatan kompetensi relasional pendidik. Upaya komprehensif ini esensial untuk memastikan agar peserta didik dapat mencapai kondisi mental yang positif dan merasa bahagia selama menjalani proses pendidikannya.
Copyrights © 2026