Bullying di lingkungan sekolah dasar masih menjadi permasalahan serius yang berdampak pada perkembangan karakter dan kesehatan mental siswa. Ketersediaan modul ajar Pendidikan Pancasila yang secara khusus dirancang untuk membangun nilai-nilai anti-bullying masih sangat terbatas. Artikel ini bertujuan menganalisis relevansi teoritis pengembangan modul ajar Pendidikan Pancasila berbasis Quantum learning dan menawarkan kerangka konseptual sebagai landasan penelitian pengembangan selanjutnya. Metode yang digunakan adalah studi kepustakaan sistematis dengan menelaah 25 artikel ilmiah dari tahun 2019 hingga 2025. Temuan menunjukkan tiga hal: nilai-nilai Pendidikan Pancasila seperti empati dan gotong royong berkaitan langsung dengan sikap anti-bullying; kerangka TANDUR dalam Quantum learning efektif membentuk karakter afektif siswa; dan belum ada modul yang mengintegrasikan keduanya secara spesifik. Artikel ini menawarkan kerangka konseptual yang memetakan enam langkah TANDUR ke dalam aktivitas pembelajaran Pendidikan Pancasila bermuatan anti-bullying. Integrasi keduanya berpotensi besar membentuk karakter anti-bullying secara terstruktur di sekolah dasar.
Copyrights © 2026