Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran guru dalam menerapkan media audiovisual sebagai alat bantu pembelajaran menyimak bagi siswa dengan kebutuhan khusus di Sekolah Luar Biasa (SLB) C YPLB Cipaganti, Bandung. Pembelajaran menyimak merupakan keterampilan dasar bahasa yang penting, tetapi menghadapi tantangan signifikan, terutama bagi siswa dengan hambatan intelektual. Dalam penelitian ini, metode yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif yang bertujuan untuk menguji validitas dan reliabilitas instrumen evaluasi pembelajaran menyimak dengan menggunakan media audiovisual. Data diperoleh melalui validasi dari ahli terhadap delapan butir soal evaluasi, serta informasi empiris yang diperoleh dari siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hambatan dalam pembelajaran menyimak berasal dari faktor internal seperti keterbatasan kognitif dan motivasi siswa, serta faktor eksternal seperti kurangnya fleksibilitas dalam metode yang diterapkan serta instrumen penilaian yang belum sepenuhnya valid. Meskipun penggunaan media audiovisual terbukti meningkatkan daya tarik dan pemahaman siswa terhadap materi seperti cerita rakyat, hasil evaluasi menunjukkan perlunya optimalisasi dalam pengembangan media dan instrumen penilaiannya.
Copyrights © 2026