Pesantren sebagai lembaga pendidikan Islam memiliki peran strategis dalam membentuk kepribadian, kedisiplinan, dan kemandirian santri. Namun, proses adaptasi santri baru terhadap lingkungan pesantren sering menghadirkan tantangan, seperti perubahan pola hidup, aturan yang ketat, relasi sosial, serta tuntutan akademik dan spiritual, yang memicu berbagai permasalahan penyesuaian diri. Kajian terdahulu umumnya berfokus pada pembinaan akhlak, peran kyai dan ustadz, serta internalisasi nilai keislaman, sementara pembahasan mengenai strategi layanan bimbingan dan konseling pesantren secara sistematis dan berbasis kajian literatur masih relatif terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi layanan bimbingan dan konseling pesantren dalam membantu penyesuaian diri santri baru melalui studi pustaka. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka terhadap empat artikel jurnal ilmiah nasional yang diterbitkan dalam rentang sepuluh tahun terakhir (2016–2026). Data dikumpulkan melalui studi dokumentasi dan dianalisis menggunakan analisis isi. Hasil kajian menunjukkan bahwa penyesuaian diri santri baru dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal, serta bahwa layanan bimbingan dan konseling pesantren yang terstruktur, kontekstual, dan didukung budaya pesantren berkontribusi dalam membantu stabilitas emosi, kedisiplinan, dan keberlanjutan santri. Oleh karena itu, penelitian ini merekomendasikan penguatan layanan bimbingan dan konseling pesantren yang sistematis dan berkelanjutan bagi santri baru.
Copyrights © 2026