Syarhabil Ali Fikri
STIT Buntet Pesantren Cirebon

Published : 6 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Kiai dan Komunikasi Politik Praktis di Pondok Buntet Pesantren Cirebon Fikri, Syarhabil Ali; Muhtadi, Asep Saeful; Ma'arif, Bambang Saiful
Jurnal Perspektif Vol 8, No 2 (2024): Jurnal Perspektif: Volume 8 Nomor 2 Tahun 2024
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/jp.v8i2.297

Abstract

Komunikasi politik memainkan peran penting di hampir semua kelompok masyarakat, termasuk pesantren. Sebagai pesantren protagonis, kiai memainkan peran sentral dalam komunikasi politik pesantren. Kharisma Kiai menjadi tokoh banyak politisi. Hal ini terjadi karena adanya simbiosis mutualisme yang mengarah kebudaya pragmatis antara dunia pesantren dengan kepentingan politik. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji proses persamaan pesan politik oleh kiai dalam politik praktis, khususnya yang terjadi di pondok pesantren Buntet Cirebon. Keefektifan Kiai sebagai komunikator politik di pesantren dapat diterjemahkan dalam proses mobilisasi santri oleh kiai untuk memasuki dunia politik. Menggambarkan reaksi masyarakat terhadap keterlibatannya dalam politik. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus instrumen tunggal. Penelitian ini menggunakan teori komunikasi one-step flow dan teori patron-klien. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan berbagai data yang tersedia di berbagai jurnal. Penelitian menunjukkan, kiai dengan statusnya sebagai patron politik berperan penting dalam proses politik. Kiai muncul sebagai elit pesantren yang diharapkan mempunyai sikap politiknya setiap pemilu. Dalam praktiknya, kiai menggunakan mimbar atau pengajian sebagai sarana politik. Dengan berkembangnya teknologi saat ini, tidak dapat dihindari bahwa kiai akan menggunakan berbagai produk informasi teknologi dalam berbagai cara dan pilihan. Kiai sebagai tokoh agama berperan sebagai agen sosialisasi politik, sehingga tidak dapat lepas dari kepentingan politik .
Kiai dan Komunikasi Politik Praktis di Pondok Buntet Pesantren Cirebon Fikri, Syarhabil Ali; Muhtadi, Asep Saeful; Ma'arif, Bambang Saiful
Jurnal Perspektif Vol 8 No 2 (2024): Jurnal Perspektif: Volume 8 Nomor 2 Tahun 2024
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/jp.v8i2.297

Abstract

Komunikasi politik memainkan peran penting di hampir semua kelompok masyarakat, termasuk pesantren. Sebagai pesantren protagonis, kiai memainkan peran sentral dalam komunikasi politik pesantren. Kharisma Kiai menjadi tokoh banyak politisi. Hal ini terjadi karena adanya simbiosis mutualisme yang mengarah kebudaya pragmatis antara dunia pesantren dengan kepentingan politik. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji proses persamaan pesan politik oleh kiai dalam politik praktis, khususnya yang terjadi di pondok pesantren Buntet Cirebon. Keefektifan Kiai sebagai komunikator politik di pesantren dapat diterjemahkan dalam proses mobilisasi santri oleh kiai untuk memasuki dunia politik. Menggambarkan reaksi masyarakat terhadap keterlibatannya dalam politik. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus instrumen tunggal. Penelitian ini menggunakan teori komunikasi one-step flow dan teori patron-klien. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan berbagai data yang tersedia di berbagai jurnal. Penelitian menunjukkan, kiai dengan statusnya sebagai patron politik berperan penting dalam proses politik. Kiai muncul sebagai elit pesantren yang diharapkan mempunyai sikap politiknya setiap pemilu. Dalam praktiknya, kiai menggunakan mimbar atau pengajian sebagai sarana politik. Dengan berkembangnya teknologi saat ini, tidak dapat dihindari bahwa kiai akan menggunakan berbagai produk informasi teknologi dalam berbagai cara dan pilihan. Kiai sebagai tokoh agama berperan sebagai agen sosialisasi politik, sehingga tidak dapat lepas dari kepentingan politik .
Makna Eksistensi Manusia sebagai Khalifah: Telaah Filosofis atas Simbolisme “The Creation of Adam” dalam Perspektif Islam Syarhabil Ali Fikri
Al-Wajih: The Journal of Islamic Studies Vol. 3 No. 1 (2026): Studi Islam Interdisipliner
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Buntet Pesantren

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54213/alwajih.v3i1.895

Abstract

This study aims to analyze the meaning of human existence as a caliph through a philosophical study of the symbolism of Michelangelo's painting The Creation of Adam from an Islamic perspective. The painting depicts the moment of giving life to Adam through a symbolic touch between God and humans. In Islam, the concept of Adam's creation not only shows the origin of humans, but also emphasizes the position of humans as caliphs on earth as explained in the Qur'an Surah Al-Baqarah verse 30. The method used is library research with a philosophical and hermeneutic approach. The results of the study show that the symbolism in the painting can be interpreted as a representation of the ontological relationship between humans and God, although there are fundamental differences with the Islamic concept of monotheism which does not allow the visualization of God. The Islamic perspective views human existence not only as a biological creature, but as a caliph who has moral, spiritual, and social responsibilities in managing life on earth.
Guidance And Counseling Service Strategies In Boarding Schools To Assist The Adjustment Of New Students (Santri) Syarhabil Ali Fikri
Lentera Pendidikan: Jurnal Ilmu Pendidikan dan Keguruan Islam Vol. 2 No. 2 (2026)
Publisher : Penerbit Hellow Pustaka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61166/lpki.v2i2.72

Abstract

Pesantren sebagai lembaga pendidikan Islam memiliki peran strategis dalam membentuk kepribadian, kedisiplinan, dan kemandirian santri. Namun, proses adaptasi santri baru terhadap lingkungan pesantren sering menghadirkan tantangan, seperti perubahan pola hidup, aturan yang ketat, relasi sosial, serta tuntutan akademik dan spiritual, yang memicu berbagai permasalahan penyesuaian diri. Kajian terdahulu umumnya berfokus pada pembinaan akhlak, peran kyai dan ustadz, serta internalisasi nilai keislaman, sementara pembahasan mengenai strategi layanan bimbingan dan konseling pesantren secara sistematis dan berbasis kajian literatur masih relatif terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi layanan bimbingan dan konseling pesantren dalam membantu penyesuaian diri santri baru melalui studi pustaka. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka terhadap empat artikel jurnal ilmiah nasional yang diterbitkan dalam rentang sepuluh tahun terakhir (2016–2026). Data dikumpulkan melalui studi dokumentasi dan dianalisis menggunakan analisis isi. Hasil kajian menunjukkan bahwa penyesuaian diri santri baru dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal, serta bahwa layanan bimbingan dan konseling pesantren yang terstruktur, kontekstual, dan didukung budaya pesantren berkontribusi dalam membantu stabilitas emosi, kedisiplinan, dan keberlanjutan santri. Oleh karena itu, penelitian ini merekomendasikan penguatan layanan bimbingan dan konseling pesantren yang sistematis dan berkelanjutan bagi santri baru.
EFEKTIVITAS LAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING PESANTREN TERHADAP KEMANDIRIAN SANTRI: LITERATURE RIVIEW Melda Indriyanti; Ali Fikri, Syarhabil
Journal of Islamic Education Counseling Vol. 5 No. 2 (2025): Kesehatan Mental
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Buntet Pesantren Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54213/9jj9h426

Abstract

Kemandirian santri menjadi aspek krusial dalam pendidikan pesantren karena mencakup kemampuan mengelola diri, mengambil keputusan, bertanggung jawab terhadap pembelajaran, serta beradaptasi dengan kehidupan sosial dan budaya pesantren. Meskipun berbagai penelitian telah menyoroti pembentukan karakter dan religiusitas santri, kajian yang secara khusus mengkaji efektivitas layanan bimbingan dan konseling pesantren terhadap kemandirian masih terbatas, sehingga menimbulkan kebutuhan untuk evaluasi empiris yang sistematis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sejauh mana layanan bimbingan dan konseling di pesantren berkontribusi terhadap peningkatan kemandirian santri. Jenis penelitian yang digunakan adalah kajian literatur (literature review) dengan fokus pada literatur yang relevan selama 10 tahun terakhir dan subjek penelitian berupa santri. Data dikumpulkan melalui pencarian literatur di Google Scholar menggunakan kata kunci spesifik dan diseleksi berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Analisis dilakukan secara deskriptif dan sintesis terhadap temuan utama dalam literatur terpilih. Hasil penelitian menunjukkan bahwa layanan konseling sebaya, bimbingan kelompok dengan teknik self-management, dan pendidikan kemandirian terbukti efektif meningkatkan tanggung jawab, etos kerja, kemampuan pengambilan keputusan, dan adaptasi santri. Penelitian ini merekomendasikan penerapan layanan bimbingan yang terstruktur dan berbasis budaya pesantren serta pengembangan studi empiris selanjutnya dengan metode yang lebih luas untuk memperkuat validitas dan generalisasi temuan.
Psikologi Islam: Pendekatan Holistik Untuk Kesehatan Mental Dan Pengembangan Diri Syarhabil Ali Fikri; Dewi Andrayani
Al-Wajih: The Journal of Islamic Studies Vol. 2 No. 1 (2025): Islamic Studies
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Buntet Pesantren

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54213/y3tkja90

Abstract

Psikologi Islam merupakan cabang ilmu yang bertujuan memahami perilaku, pikiran, dan kepribadian manusia berdasarkan nilai-nilai yang bersumber dari Al-Qur’an dan Hadis. Berbeda dengan psikologi modern yang umumnya berlandaskan pendekatan ilmiah sekuler, psikologi Islam memandang manusia sebagai makhluk yang terdiri dari unsur jasmani, akal, dan rohani yang saling berkaitan. Pendekatan ini menekankan bahwa kesehatan mental tidak hanya dipengaruhi oleh faktor biologis dan sosial, tetapi juga oleh kualitas spiritual individu. Melalui integrasi antara konsep keimanan, ibadah, dan etika, psikologi Islam menawarkan perspektif yang lebih holistik dalam memahami berbagai masalah psikologis seperti kecemasan, stres, dan krisis identitas. Oleh karena itu, psikologi Islam berperan penting dalam membantu individu mencapai keseimbangan hidup dan kebahagiaan yang berlandaskan nilai-nilai ketuhanan