Layanan BRT dan Semi BRT sedang banyak dikembangkan di wilayah perkotaan ibu kotaPropinsi di Indonesia. Perencanaan operasional koridor baru harus disertai dengan perhitunganprakiraan jumlah penumpang. Perhitungan dilakukan dengan memakai teknik PemodelanTransportasi. Untuk itu dibutuhkan data karakteristik perilaku perjalanan pengguna bis, untukmenentukan metoda pemodelan. Survei data karakteristik tersebut pernah dilakukan untuk BisTrans Mamminasata dan Bis Trans Koetaradja. Kedua karakteristik tersebut ternyata cukupmirip satu dengan yang lain. Sedangkan, hasil sintesa kedua karakteristik tersebut bisadisampaikan sebagai berikut : maksud perjalanan didominasi oleh perjalanan bekerja dan kuliah,moda sebelum menggunakan Bis Trans didominasi oleh moda angkot mikrobis, perjalananhubung ke halte didominasi oleh jarak 0 – 1,5 km dengan menggunakan moda jalan kaki dansepeda motor, perjalanan hubung dari halte didominasi oleh jarak 0 – 1 km denganmenggunakan moda jalan kaki.
Copyrights © 2018