Abstract: The phenomenon of street racing involving teenagers is a form of deviant behavior that is not only related to violations of the law but also reflects a low level of social responsibility and weak internalization of character values. This study aims to analyze the social factors that influence the low level of responsibility of teenagers in street racing activities. The study used a qualitative approach with a descriptive research type. Data were obtained through in-depth interviews, observation, and documentation of teenagers involved in street racing. Data analysis was carried out through the stages of data reduction, data presentation, and drawing conclusions by maintaining data validity through triangulation techniques of sources and methods. The results of the study indicate that there are four main factors that influence the low level of responsibility of teenagers in street racing: peer influence, weak parental supervision, the need for social recognition, and low awareness of the consequences of their actions. The influence of peer groups is a dominant factor because teenagers tend to adapt their behavior to gain acceptance and status in their social environment. These findings indicate that street racing is a social phenomenon formed through interactions between individuals, families, and the community environment. Therefore, preventing street racing is not enough through a repressive approach, but requires strengthening the role of the family, character education, and providing spaces for positive actualization for teenagers.Keywords: Teenagers, Responsibility, Social Factors, Illegal Street RacingAbstrak: Fenomena balapan liar jalanan yang melibatkan remaja merupakan salah satu bentuk perilaku menyimpang yang tidak hanya berkaitan dengan pelanggaran hukum, tetapi juga mencerminkan rendahnya tanggung jawab sosial dan lemahnya internalisasi nilai-nilai karakter. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor sosial yang memengaruhi rendahnya tanggung jawab remaja dalam aktivitas balapan liar jalanan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi terhadap remaja yang terlibat dalam balapan liar. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dengan menjaga keabsahan data melalui teknik triangulasi sumber dan metode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat empat faktor utama yang memengaruhi rendahnya tanggung jawab remaja dalam balapan liar, yaitu pengaruh teman sebaya, lemahnya pengawasan orang tua, kebutuhan akan pengakuan sosial, dan rendahnya kesadaran terhadap konsekuensi dari tindakan yang dilakukan. Pengaruh kelompok sebaya menjadi faktor dominan karena remaja cenderung menyesuaikan perilaku untuk memperoleh penerimaan dan status dalam lingkungan sosialnya. Temuan ini menunjukkan bahwa balapan liar merupakan fenomena sosial yang terbentuk melalui interaksi antara individu, keluarga, dan lingkungan masyarakat. Oleh karena itu, pencegahan balapan liar tidak cukup dilakukan melalui pendekatan represif, tetapi memerlukan penguatan peran keluarga, pendidikan karakter, serta penyediaan ruang aktualisasi positif bagi remaja.Kata Kunci: Remaja, Tanggung Jawab, Faktor Sosial, Balap Liar Jalanan
Copyrights © 2026