Abstract: This study aims to analyze the implementation of Design Thinking in designing ice breaking activities to enhance student engagement at SMA Negeri 1 Rantau Utara. This research employed a qualitative approach with a case study design. Data were collected through observation, in-depth interviews, and documentation, and analyzed using thematic analysis. The ice breaking design process followed the Design Thinking stages, namely empathize, define, ideate, prototype, and test. The findings indicate that ice breaking activities designed based on students’ needs are able to improve behavioral, emotional, and cognitive engagement in learning. Students became more active, enthusiastic, and focused after participating in the ice breaking activities. In addition, student involvement in the design process increased their sense of ownership toward learning activities. These findings suggest that Design Thinking is an effective innovative approach for designing student-centered learning strategies. Therefore, this approach is recommended for developing more interactive and meaningful learning in secondary schools.Keywords: Design Thinking, Ice Breaking, Student Engagement, Learning Innovation, Qualitative StudyAbstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan Design Thinking dalam merancang kegiatan ice breaking guna meningkatkan keterlibatan peserta didik di SMA Negeri 1 Rantau Utara. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan analisis tematik. Proses perancangan ice breaking mengikuti tahapan Design Thinking, yaitu empathize, define, ideate, prototype, dan test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan ice breaking yang dirancang berdasarkan kebutuhan peserta didik mampu meningkatkan keterlibatan perilaku, emosional, dan kognitif dalam pembelajaran. Peserta didik menjadi lebih aktif, antusias, dan fokus setelah mengikuti kegiatan ice breaking. Selain itu, keterlibatan peserta didik dalam proses perancangan meningkatkan rasa memiliki terhadap aktivitas pembelajaran. Temuan ini menunjukkan bahwa Design Thinking efektif digunakan sebagai pendekatan inovatif dalam merancang strategi pembelajaran yang berpusat pada peserta didik. Dengan demikian, pendekatan ini direkomendasikan untuk diterapkan dalam pengembangan pembelajaran yang lebih interaktif dan bermakna di sekolah menengah.Kata Kunci: Design Thinking, Ice Breaking, Keterlibatan Peserta Didik, Inovasi Pembelajaran, Studi Kualitatif
Copyrights © 2026