Regina Pandia
Universitas Labuhanbatu

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Analisis Komparatif terhadap Tingkat Pemahaman Peserta Didik Terhadap Proses Pembelajaran Regina Pandia; Nova Purba; Ema Linda Lumban Gaol; Fanny Puspasari Br Sianipar; Rohana Rohana
Pancasila and Civics Education Journal Vol 5, No 1 (2026): PANCASILA AND CIVICS EDUCATION JOURNAL
Publisher : Pancasila and Civics Education Journal (PCEJ)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: This research aims to analyze and compare student understanding during the learning process at SMA Negeri 1 Rantau Utara and SMA Negeri 1 Rantau Selatan. The study used an observational qualitative approach to obtain an in-depth picture of the level of student understanding during the learning process. Data collection techniques were carried out through observation, interviews, and documentation. Data were analyzed using the Miles and Huberman model, which includes data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The results of the study indicate differences in student understanding at the two schools. These differences are influenced by variations in learning methods applied by teachers, the level of student involvement in learning activities, and the availability and utilization of learning facilities. The novelty of this study lies in the comparative analysis conducted through direct observation of student understanding in two different school contexts. The research findings are expected to serve as evaluation material and considerations for schools in improving the quality of the learning process and student understanding.Keywords: Student Understanding, Learning Process, Comparative Study, Qualitative ResearchAbstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan membandingkan pemahaman peserta didik dalam proses pembelajaran di SMA Negeri 1 Rantau Utara dan SMA Negeri 1 Rantau Selatan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif observatif untuk memperoleh gambaran yang mendalam mengenai tingkat pemahaman peserta didik selama mengikuti pembelajaran. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan pemahaman peserta didik pada kedua sekolah. Perbedaan tersebut dipengaruhi oleh variasi metode pembelajaran yang diterapkan guru, tingkat keterlibatan peserta didik dalam kegiatan belajar, serta ketersediaan dan pemanfaatan fasilitas pembelajaran. Kebaruan penelitian ini terletak pada analisis komparatif yang dilakukan melalui observasi langsung terhadap pemahaman peserta didik pada dua konteks sekolah yang berbeda. Temuan penelitian diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi dan pertimbangan bagi sekolah dalam meningkatkan kualitas proses pembelajaran serta pemahaman peserta didik.Kata Kunci: Pemahaman Siswa, Proses Pembelajaran, Studi Perbandingan, Penelitian Kualitatif
Penerapan Design Thinking dalam Merancang Kegiatan Ice Breaking untuk Meningkatkan Keterlibatan Peserta Didik di SMA Negeri 1 Rantau Utara Regina Pandia; Nova Purba; Cici Syaidatun Amalya; Nurlina Nurlina; Novi Novi
Pancasila and Civics Education Journal Vol 5, No 1 (2026): PANCASILA AND CIVICS EDUCATION JOURNAL
Publisher : Pancasila and Civics Education Journal (PCEJ)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: This study aims to analyze the implementation of Design Thinking in designing ice breaking activities to enhance student engagement at SMA Negeri 1 Rantau Utara. This research employed a qualitative approach with a case study design. Data were collected through observation, in-depth interviews, and documentation, and analyzed using thematic analysis. The ice breaking design process followed the Design Thinking stages, namely empathize, define, ideate, prototype, and test. The findings indicate that ice breaking activities designed based on students’ needs are able to improve behavioral, emotional, and cognitive engagement in learning. Students became more active, enthusiastic, and focused after participating in the ice breaking activities. In addition, student involvement in the design process increased their sense of ownership toward learning activities. These findings suggest that Design Thinking is an effective innovative approach for designing student-centered learning strategies. Therefore, this approach is recommended for developing more interactive and meaningful learning in secondary schools.Keywords: Design Thinking, Ice Breaking, Student Engagement, Learning Innovation, Qualitative StudyAbstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan Design Thinking dalam merancang kegiatan ice breaking guna meningkatkan keterlibatan peserta didik di SMA Negeri 1 Rantau Utara. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan analisis tematik. Proses perancangan ice breaking mengikuti tahapan Design Thinking, yaitu empathize, define, ideate, prototype, dan test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan ice breaking yang dirancang berdasarkan kebutuhan peserta didik mampu meningkatkan keterlibatan perilaku, emosional, dan kognitif dalam pembelajaran. Peserta didik menjadi lebih aktif, antusias, dan fokus setelah mengikuti kegiatan ice breaking. Selain itu, keterlibatan peserta didik dalam proses perancangan meningkatkan rasa memiliki terhadap aktivitas pembelajaran. Temuan ini menunjukkan bahwa Design Thinking efektif digunakan sebagai pendekatan inovatif dalam merancang strategi pembelajaran yang berpusat pada peserta didik. Dengan demikian, pendekatan ini direkomendasikan untuk diterapkan dalam pengembangan pembelajaran yang lebih interaktif dan bermakna di sekolah menengah.Kata Kunci: Design Thinking, Ice Breaking, Keterlibatan Peserta Didik, Inovasi Pembelajaran, Studi Kualitatif
Implementasi Filosofi Pendidikan Ki Hadjar Dewantara dalam Pembelajaran PPKn untuk Penguatan Karakter Siswa Regina Pandia; Nova Purba; Amin Harahap
Pancasila and Civics Education Journal Vol 5, No 1 (2026): PANCASILA AND CIVICS EDUCATION JOURNAL
Publisher : Pancasila and Civics Education Journal (PCEJ)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: This study aims to analyze the implementation of Ki Hadjar Dewantara's educational philosophy in Pancasila and Citizenship Education (PPKn) learning to strengthen students' character. The method used is descriptive qualitative with a library study approach through the analysis of various relevant literature such as books, journal articles, and educational documents. The results of the study indicate that Ki Hadjar Dewantara's philosophy has strong relevance in PPKn learning through the concept of ing ngarso sung tulodo, ing madya mangun karsa, tut wuri handayani which repositions the role of teachers as role models, facilitators, and motivators of learning. In addition, the concept of Tri Pusat Pendidikan emphasizes the importance of synergy between families, schools, and communities in shaping students' character. PPKn learning based on this philosophy is able to create a more humanistic, contextual, and meaningful learning process. However, its implementation still faces challenges in the form of the dominance of cognitive learning and the negative influence of the digital era. In conclusion, the integration of Ki Hadjar Dewantara's philosophy in PPKn is very important to strengthen students' character holistically and sustainably.Keywords: Ki Hadjar Dewantara, PPKn, Character Education, Three Centers of Education, Humanistic LearningAbstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi filosofi pendidikan Ki Hadjar Dewantara dalam pembelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) untuk penguatan karakter siswa. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan melalui analisis berbagai literatur relevan seperti buku, artikel jurnal, dan dokumen pendidikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa filosofi Ki Hadjar Dewantara memiliki relevansi kuat dalam pembelajaran PPKn melalui konsep ing ngarso sung tulodo, ing madya mangun karsa, tut wuri handayani yang mereposisi peran guru sebagai teladan, fasilitator, dan motivator pembelajaran. Selain itu, konsep Tri Pusat Pendidikan menegaskan pentingnya sinergi antara keluarga, sekolah, dan masyarakat dalam pembentukan karakter siswa. Pembelajaran PPKn berbasis filosofi ini mampu menciptakan proses pembelajaran yang lebih humanis, kontekstual, dan bermakna. Namun, implementasinya masih menghadapi tantangan berupa dominasi pembelajaran kognitif dan pengaruh negatif era digital. Kesimpulannya, integrasi filosofi Ki Hadjar Dewantara dalam PPKn sangat penting untuk memperkuat karakter siswa secara holistik dan berkelanjutan.Kata Kunci: Ki Hadjar Dewantara, PPKn, Pendidikan Karakter, Tri Pusat Pendidikan, Pembelajaran Humanis