Pembelajaran luas bangun datar memerlukan kesiapan konseptual siswa terkait prinsip kekekalan luas. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kesiapan belajar siswa melalui instrumen Hukum Kekekalan Luas sebagai asesmen diagnostik awal. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Subjek penelitian terdiri atas 33 siswa kelas IV dan seorang guru di salah satu sekolah dasar di Kota Tasikmalaya. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi. Instrumen yang digunakan berupa aktivitas manipulatif menggunakan media tangram yang disusun berdasarkan prinsip identitas, reversibilitas, dan kompensasi. Analisis data dilakukan menggunakan model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 9 siswa berada pada kategori siap, 17 siswa pada kategori cukup siap, dan 7 siswa pada kategori belum siap. Temuan ini menunjukkan bahwa sebagian besar siswa telah memiliki pemahaman awal mengenai konsep luas bangun datar, tetapi belum mampu menerapkannya secara konsisten pada berbagai situasi yang melibatkan prinsip-prinsip hukum kekekalan luas. Penelitian ini mengimplikasikan bahwa instrumen Hukum Kekekalan Luas dapat digunakan sebagai alternatif asesmen diagnostik untuk mengidentifikasi kesiapan belajar siswa dan membantu guru merancang pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan peserta didik.
Copyrights © 2026