HUMANUS : Jurnal Sosiohumaniora Nusantara
Vol. 3 No. 3 (2026): HUMANUS (Jurnal Sosiohumaniora Nusantara)

Analisis Pola Kriminalitas C3 Dan Pengaruhnya Terhadap Efektivitas Penegakan Hukum Di Wilayah Polda Riau

Erdiansyah (Ilmu Hukum, Fakultas Hukum, Universitas Riau)
Muhammad Rizky Sholeh Harahap (Ilmu Hukum, Fakultas Hukum, Universitas Riau)
Alfin Zikra (Ilmu Hukum, Fakultas Hukum, Universitas Riau)
Andre Agung Kristian (Ilmu Hukum, Fakultas Hukum, Universitas Riau)
Dimas Maulana Rasyidi (Ilmu Hukum, Fakultas Hukum, Universitas Riau)
Hamizan Miftah (Ilmu Hukum, Fakultas Hukum, Universitas Riau)
Jelita Br Tamba (Ilmu Hukum, Fakultas Hukum, Universitas Riau)
Kanaya Sava Nabira (Ilmu Hukum, Fakultas Hukum, Universitas Riau)
Syaza Zahra Latifa (Ilmu Hukum, Fakultas Hukum, Universitas Riau)



Article Info

Publish Date
17 Jun 2026

Abstract

Kejahatan terhadap harta benda kategori C3 mencakup Pencurian dengan Pemberatan (Curat), Pencurian dengan Kekerasan (Curas), dan Pencurian Kendaraan Bermotor (Curanmor) merupakan permasalahan ketertiban umum yang paling menonjol di Provinsi Riau. Penelitian ini bertujuan menganalisis pola distribusi dan intensitas kriminalitas C3, menguji pengaruh jenis tindak pidana C3 terhadap jumlah tersangka yang berhasil diamankan sebagai indikator efektivitas penegakan hukum, serta mengidentifikasi perbedaan distribusi kasus antarwilayah di lingkungan Kepolisian Daerah Riau. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan analisis regresi linier berganda, korelasi Pearson, dan One-Way ANOVA menggunakan SPSS 26. Data primer berupa 466 Laporan Polisi C3 yang dihimpun dari 12 Polres se-Polda Riau periode Januari–Mei 2026 melalui kuesioner terstruktur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Curat mendominasi dengan 78,5% dari total kasus, diikuti Curanmor 13,5% dan Curas 7,9%. Model regresi menghasilkan R² = 0,762, artinya 76,2% variasi jumlah tersangka dijelaskan oleh ketiga variabel independen. Secara parsial, Curat (t = 4,493; p = 0,002) dan Curanmor (t = 2,334; p = 0,048) berpengaruh signifikan, sementara Curas tidak signifikan (p = 0,351). Uji ANOVA mengonfirmasi perbedaan distribusi antarwilayah yang signifikan (F = 5,319; p = 0,003). Temuan ini diinterpretasikan melalui Routine Activity Theory dan General Strain Theory, dengan implikasi bahwa strategi penegakan hukum harus bersifat kontekstual-wilayah, mempertimbangkan karakteristik sosio-spasial masing-masing Polres.

Copyrights © 2026






Journal Info

Abbrev

humanus

Publisher

Subject

Humanities Education Languange, Linguistic, Communication & Media Social Sciences

Description

HUMANUS : Jurnal Sosiohumaniora Nusantara merupakan wadah untuk menampung artikel-artikel ilmiah yang hasil penelitian lapangan, laboratorium, literatur review, meta analisis atau sejenis bagi para Dosen, praktisi, profesional, mahasiswa atau individu yang memiliki ketertarikan dalam dalam riset ...