Teknologi Augmented Reality mengalami perkembangan pesat dengan dua pendekatan pelacakan utama yaitu metode marker based tracking dan markerless. Kajian literatur ini menganalisis sebelas implementasi penelitian yang dipublikasikan antara tahun 2020 hingga 2025 untuk mengevaluasi karakteristik performa, keunggulan, serta keterbatasan kedua metode pelacakan pada berbagai domain aplikasi. Metode marker based tracking mendemonstrasikan akurasi superior dengan tingkat kesalahan di bawah tiga persen dan stabilitas optimal pada lingkungan terkontrol, mencapai tingkat keberhasilan 72,2 hingga 77,8 persen pada berbagai perangkat. Namun terjadi degradasi performa pada jarak ekstensif dan kondisi pencahayaan spesifik. Sebaliknya, metode markerless menawarkan fleksibilitas eksepsional dengan tingkat keberhasilan mencapai 94,4 persen dan adaptabilitas luar biasa terhadap kondisi lingkungan beragam tanpa memerlukan penanda fisik. Metode ini terbukti sangat efektif untuk aplikasi medis, desain interior, pendidikan anatomi, dan manufaktur pintar. Tantangan utama meliputi ketidakstabilan spasial hologram pada pengaturan kompleks dan kebutuhan komputasi lebih tinggi. Inovasi yang mengombinasikan absolute pose regressor dengan visual-inertial odometry telah mereduksi kesalahan hingga lima puluh persen dengan kecepatan inferensi delapan puluh milidetik. Pemilihan metode harus mempertimbangkan kebutuhan akurasi, kondisi lingkungan operasional, keterbatasan perangkat keras, dan kompleksitas implementasi untuk mengoptimalkan efektivitas aplikasi AR.
Copyrights © 2025