Pergeseran paradigma masyarakat yang dipengaruhi oleh akselerasi teknologi telah menciptakan tuntutan akan efisiensi di berbagai aspek kehidupan. Hal ini berdampak pada kecenderungan remaja dalam mengonsumsi fast food yang dinilai lebih praktis, ekonomis, dan higienis. Permasalahan utama yang ditemukan pada siswa SMAN 1 Tabukan Utara adalah minimnya pengetahuan mengenai konsep Gizi Seimbang. Mayoritas siswa masih mengabaikan pentingnya proporsi zat gizi yang masuk ke dalam tubuh mereka. Selain itu, belum adanya program edukasi gizi yang masif, terjadwal, dan terstruktur di lingkungan SMAN 1 Tabukan Utara. Adapun solusi yang ditawarkan: berupa pelaksanaan Kampanye Gizi Seimbang yang interaktif. Pengabdian ini dilaksanakan di SMA 1 Tabukan Utara yang meliputi seluruh siswa kelas 10-12, yang berjumlah 75 orang. Adapun tahapan kegiatan meliputi tahap persiapan, pelaksanaan, dan tahap evaluasi berupa analisis pre-test dan post-test serta persentase peningkatan pengetahuan. Setelah dilakukan kampanye, rerata skor pengetahuan siswa meningkat dari 65,5 menjadi 80.5. Dengan demikian, kampanye sadar gizi seimbang efektif meningkatkan pengetahuan siswa. Oleh karena itu, diharapkan pihak sekolah dapat mengintegrasikan program edukasi gizi ini secara berkelanjutan, misalnya melalui optimalisasi peran Unit Kesehatan Sekolah (UKS) atau Kader Kesehatan Remaja sekolah. Selain itu, disarankan diadakan pemantauan status gizi (pengukuran TB dan BB) secara berkala minimal setiap semester.
Copyrights © 2026