Kecelakaan kerja masih menjadi permasalahan utama dalam Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) yang berdampak pada kesehatan pekerja, produktivitas, dan kerugian ekonomi. Salah satu faktor yang berhubungan dengan risiko kecelakaan kerja adalah status gizi pekerja yang memengaruhi konsentrasi, daya tahan tubuh, dan kemampuan kerja. Penelitian ini bertujuan menganalisis pentingnya advokasi program pemberian makanan bergizi sebagai upaya menurunkan angka kecelakaan kerja pada pekerja industri di Kota Medan. Metode penelitian yang digunakan adalah studi literatur dengan menelaah berbagai jurnal ilmiah, buku, pedoman, dan laporan resmi yang berkaitan dengan gizi kerja dan keselamatan kerja. Hasil kajian menunjukkan bahwa program pemberian makanan bergizi berpotensi meningkatkan status kesehatan pekerja, mengurangi kelelahan kerja, meningkatkan produktivitas, serta mendukung terciptanya lingkungan kerja yang lebih aman. Keberhasilan program dipengaruhi oleh dukungan kebijakan perusahaan, komitmen manajemen, dan keterlibatan pemangku kepentingan melalui advokasi. Kesimpulannya, advokasi program pemberian makanan bergizi merupakan strategi potensial untuk mendukung penerapan K3 dan menurunkan risiko kecelakaan kerja pada pekerja industri di Kota Medan.
Copyrights © 2026