Perkembangan teknologi digital memberikan pengaruh signifikan terhadap pembentukan nilai moral dan spiritual anak, terutama melalui penggunaan media sosial yang intensif namun tidak diimbangi dengan literasi digital yang memadai. Berbagai penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa literasi digital mampu menekan perilaku negatif seperti cyberbullying. Namun, penelitian-penelitian ini masih bersifat parsial dan belum mengintegrasikan dimensi moral, spiritual, dan digital secara holistik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tantangan perkembangan moral-spiritual anak-anak di era digital dan merumuskan pendekatan integratif berbasis literasi digital dalam konteks pendidikan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan (library research) terhadap artikel ilmiah yang relevan dari pada rentang tahun 2022-2026. Data dianalisis secara deskriptif dan kritis untuk mengidentifikasi bentuk tantangan, faktor penyebab, serta strategi penanggulangannya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tantangan utama meliputi pergeseran nilai moral, penurunan interaksi sosial langsung, dan melemahnya internalisasi nilai spiritual. Faktor penyebabnya mencakup akses teknologi yang tidak terkontrol, rendahnya literasi digital, dan kurangnya keterlibatan orang tua. Sebagai solusi, diusulkan integrasi literasi digital berbasis etika dengan pendidikan karakter serta penguatan aktivitas spiritual. Pendekatan ini efektif sebagai strategi pencegahan untuk mengurangi perilaku negatif sekaligus memperkuat karakter anak. Oleh karena itu, memperkuat literasi digital yang diintegrasikan dengan nilai moral-spiritual merupakan kunci untuk mengatasi tantangan perkembangan anak di era digital.
Copyrights © 2026