Indonesia memiliki keragaman budaya yang perlu dikenalkan sejak jenjang Sekolah Dasar, salah satunya melalui pembelajaran rumah adat. Namun, pembelajaran budaya masih sering disampaikan secara konvensional sehingga kurang mendorong keterlibatan aktif siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengimplementasikan dan mengevaluasi kelayakan awal gim edukatif ArchiLeap berbasis motion gesture sebagai media pembelajaran literasi budaya pada materi rumah adat Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development dengan model ADDIE yang difokuskan pada tahap implementasi dan evaluasi. Subjek penelitian terdiri atas 10 guru Sekolah Dasar sebagai pengguna awal. Instrumen penelitian berupa angket kelayakan dengan 33 butir pernyataan yang mencakup aspek kesesuaian materi dan literasi budaya, pembelajaran dan motivasi belajar, interaksi motion gesture, tampilan visual dan desain gim, serta bahasa. Data dianalisis secara deskriptif kuantitatif dengan konversi skor ke dalam persentase kelayakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ArchiLeap memperoleh skor 1.049 dari skor maksimal 1.320 dengan persentase 79,47% dan termasuk kategori layak. Aspek bahasa memperoleh persentase tertinggi sebesar 82,50%, sedangkan interaksi motion gesture memperoleh persentase terendah sebesar 76,00%. Temuan ini menunjukkan bahwa ArchiLeap layak digunakan sebagai media pembelajaran pendukung literasi budaya, tetapi masih memerlukan penyempurnaan pada aspek teknis gesture sebelum diujicobakan langsung kepada siswa.
Copyrights © 2026