Transformasi digital telah mengubah secara mendasar praktik komunikasi dalam organisasi, tidak hanya pada aspek teknologi, tetapi juga pada cara anggota organisasi membangun dan menegosiasikan makna atas realitas kerja mereka. Penelitian ini bertujuan menganalisis bagaimana digitalisasi komunikasi organisasi memengaruhi proses sensemaking dalam transformasi budaya kerja dengan menggunakan perspektif teori dari Karl Weick. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi komunikasi digital, serta analisis dokumen internal organisasi. Analisis dilakukan dengan mengacu pada tujuh karakteristik sensemaking, yaitu identitas, retrospektif, enactment, sosial, berkelanjutan, penggunaan isyarat (cues), dan plausibilitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa digitalisasi komunikasi menciptakan ketidakpastian sekaligus membuka ruang interpretasi baru dalam praktik kerja. Anggota organisasi melakukan rekonstruksi identitas profesional, menafsirkan ulang norma komunikasi, serta membentuk makna kolektif melalui interaksi digital yang berlangsung secara terus-menerus. Temuan ini menegaskan bahwa transformasi budaya kerja di era digital merupakan hasil proses konstruksi makna yang dinamis, bukan sekadar adaptasi teknologis. Penelitian ini memberikan kontribusi teoretis dalam pengembangan kajian komunikasi organisasi digital serta implikasi praktis bagi pengelolaan komunikasi internal di tengah perubahan teknologi yang cepat.
Copyrights © 2026