Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji struktur tema–rema dalam terjemahan bahasa Indonesia Surah Asy-Syams dan Surah Al-Lail melalui perspektif Systemic Functional Linguistics (SFL). Penelitian menggunakan desain deskriptif kualitatif dengan data berupa klausa-klausa dalam terjemahan kedua surah yang dianalisis berdasarkan metafungsi tekstual Halliday. Pengumpulan data dilakukan melalui analisis konten dengan tahapan identifikasi tema dan rema serta klasifikasi tema bermarkah dan tema tidak bermarkah. Analisis data meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan simpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tema tidak bermarkah lebih dominan dibandingkan tema bermarkah pada kedua surah. Pada Surah Asy-Syams ditemukan 12 tema tidak bermarkah dan 3 tema bermarkah, sedangkan pada Surah Al-Lail terdapat 13 tema tidak bermarkah dan 2 tema bermarkah. Dominasi tema tidak bermarkah menunjukkan kecenderungan penerjemah mempertahankan pola gramatikal normal bahasa Indonesia dan kesinambungan informasi. Tema tidak bermarkahnya pada Surat Asy-Syams antara lain Kaum Samud dan Rasul Allah, sementara pada pada Surat Al-Lail tentang orang yang bertakwa dan orang kikir. Sementara itu, tema bermarkah digunakan untuk memberikan penekanan makna tertentu, terutama pada bagian sumpah yang diawali bentuk “demi”, sehingga membangun ideologis dalam teks. Temuan ini menunjukkan bahwa struktur tema–rema dalam terjemahan Al-Qur’an tidak hanya berfungsi sebagai pengatur alur informasi, tetapi juga sebagai strategi pembentukan makna tekstual.
Copyrights © 2026