Perkembangan pendidikan abad ke-21 menuntut pembelajaran yang berpusat pada siswa dan sesuai Kurikulum Merdeka. Hasil observasi menunjukkan bahwa pembelajaran IPAS masih berpusat pada guru, perangkat pembelajaran belum dikembangkan secara maksimal, dan aktivitas belajar siswa masih terbatas. Penelitian ini bertujuan mengembangkan perangkat pembelajaran berbasis model Problem Based Learning (PBL) serta menguji kelayakannya berdasarkan aspek validitas dan kepraktisan. Metode penelitian yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan model ADDIE yang meliputi tahap Analyze, Design, Development, Implementation, dan Evaluation. Produk yang dikembangkan meliputi modul ajar, bahan ajar, LKPD, dan asesmen. Uji validitas dilakukan melalui penilaian ahli, sedangkan uji kepraktisan melalui observasi aktivitas dan angket respons siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perangkat pembelajaran sangat valid dengan skor rata-rata 3,90 pada modul ajar, 3,80 pada bahan ajar, 3,89 pada LKPD, dan 3,82 pada asesmen. Kepraktisan perangkat juga sangat baik, ditunjukkan dengan peningkatan aktivitas siswa dari 3,40 menjadi 3,60 serta respons siswa dari 3,53 menjadi 3,74. Dengan demikian, perangkat pembelajaran berbasis PBL layak digunakan dalam pembelajaran IPAS kelas V.
Copyrights © 2026