Capaian konektivitas Platform SATUSEHAT di Kota Banjarbaru hanya mencapai 25%, terendah di Provinsi Kalimantan Selatan, mengindikasikan hambatan pada perilaku adaptif tenaga kesehatan terhadap sistem kerja digital mandatori. Studi ini menganalisis pengaruh tiga stimulus kontekstual dalam kerangka Roy Adaptation Model (RAM), pengaruh sosial, kondisi yang memfasilitasi, dan literasi digital terhadap kecenderungan tenaga kesehatan berada pada kategori perilaku adaptif yang lebih tinggi. Desain cross-sectional diterapkan pada 153 tenaga kesehatan dari 10 puskesmas di Kota Banjarbaru (April–Mei 2026) menggunakan simple random sampling with proportionate allocation. Instrumen tervalidasi 38 item (Cronbach's α 0,743–0,958) dianalisis melalui korelasi Spearman dan regresi logistik ordinal berganda. Literasi digital (OR=18,58; 95% CI=7,03–49,06; p<0,001) dan kondisi yang memfasilitasi (OR=5,96; 95% CI=2,47–14,38; p<0,001) berasosiasi signifikan dengan kecenderungan perilaku adaptif yang lebih tinggi, sementara pengaruh sosial tidak signifikan (OR=1,11; 95% CI=0,38–3,25; p=0,844). Model signifikan secara simultan (Model Fitting χ²=146,900; p<0,001), asumsi proportional odds terpenuhi (Test of Parallel Lines p=0,746), dan Nagelkerke R²=0,720. Penguatan kompetensi digital berbasis DigComp 2.2 perlu diprioritaskan untuk mengakselerasi implementasi SATUSEHAT di layanan kesehatan primer.
Copyrights © 2026