Pergeseran perilaku remaja di era digital menjadi tantangan besar bagi pendidikan karakter di sekolah formal. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi bentuk, pola implementasi, serta faktor pendukung dan penghambat pendidikan karakter melalui budaya religius di MTs Nurul Huda Mandiangin dan MTs Raudatut Tholibin Meranti Baru. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan desain studi multi situs. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipan, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi pendidikan karakter berhasil diintegrasikan melalui budaya religius harian yang mencakup program habituasi seperti Tadarus pagi, shalat Dhuha berjamaah, dan program Jumat Religius. Strategi utama internalisasi karakter sangat bergantung pada konsistensi keteladanan langsung (uswatun hasanah) dari guru di saf terdepan, yang memegang peran lebih dominan dibandingkan regulasi struktural tertulis. Faktor pendukung utama adalah sinergi aktif antara pihak madrasah dan orang tua, sedangkan faktor penghambat meliputi pengaruh lingkungan luar siswa yang sulit dikontrol. Temuan ini menegaskan pentingnya habituasi struktural dan panduan visual dari pendidik guna memperkuat perkembangan etis dan spiritual siswa di madrasah.
Copyrights © 2026