Ekowisata Mangrove Bagek Kembar di Desa Cendi Manik, Sekotong, merupakan kawasan pesisir yang memiliki nilai strategis sebagai ruang konservasi, pembelajaran lingkungan, serta penguatan ekonomi masyarakat berbasis wisata. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memperkuat kapasitas pokdarwis dalam pengembangan atraksi eduwisata budidaya kepiting bakau di Ekowisata Mangrove Bagek Kembar, Cendi Manik, Lombok Barat. Metode pelaksanaan memadukan sosialisasi partisipatif dan focus group discussion (FGD). Peserta kegiatan berasal dari unsur pengelola ekowisata, perangkat desa, masyarakat lokal, pelaku usaha, perwakilan sekolah, serta pemangku kepentingan terkait. Materi kegiatan mencakup prinsip silvofishery, teknik dasar budidaya kepiting bakau, penyusunan paket eduwisata, pemanduan interpretatif, serta promosi digital destinasi. Hasil kegiatan menunjukkan terbentuknya pemahaman awal mengenai hubungan antara konservasi mangrove, budidaya kepiting bakau, dan pengembangan produk wisata edukatif. FGD menghasilkan empat rumusan operasional, yaitu penguatan literasi budidaya, penyusunan alur atraksi, penyusunan SOP pemanduan, serta agenda demonstrasi lapang dan promosi digital. Kegiatan ini menjadi dasar operasional bagi pendampingan lanjutan yang lebih teknis, terukur, dan berorientasi pada keberlanjutan ekowisata mangrove berbasis masyarakat.
Copyrights © 2026