Pembelajaran IPA dengan metode konvensional seringkali monoton akibat keterbatasan fasilitas laboratorium, biaya, dan alokasi waktu, sehingga penguasaan konsep siswa menjadi belum optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penggunaan media laboratorium virtual terhadap penguasaan konsep sistem ekskresi siswa kelas VIII SMP Islam Nurul Ihsan Palangka Raya serta mengetahui respons siswa terhadap media tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain quasi-experimental (Pretest-Posttest Control Group Design). Sampel dipilih secara purposive sampling yang terdiri dari kelas eksperimen (menggunakan media laboratorium virtual) dan kelas kontrol (media pembelajaran konvensional) dengan masing-masing berjumlah 28 siswa. Instrumen pengumpulan data menggunakan tes pilihan ganda dan angket respons tertutup. Analisis data dilakukan menggunakan uji Mann-Whitney dan deskriptif persentase. Hasil penelitian menunjukkan nilai rata-rata posttest kelas eksperimen (83,14) lebih tinggi secara signifikan dibandingkan kelas kontrol (79,29) berdasarkan uji Mann-Whitney dengan nilai Asymp. Sig. (2-tailed) sebesar 0,006 (< 0,05). Selain itu, analisis angket menunjukkan respons siswa yang sangat positif dengan persentase sebesar 92,20% (kategori sangat tinggi). Dapat disimpulkan bahwa penggunaan media laboratorium virtual berpengaruh signifikan terhadap penguasaan konsep siswa dan dinilai sangat bermanfaat sebagai media dan alternatif praktikum yang interaktif.
Copyrights © 2026