Teaching readiness is a fundamental competency that education students must possess before entering the school environment. Field conditions indicate that some Accounting Education students at Universitas Negeri Medan still face challenges in conducting optimal instruction, reflected in unstable self-confidence and classroom management skills that still require improvement. This study aimed to examine the effect of self-efficacy and microteaching learning experience on students' teaching readiness. A quantitative approach with an ex post facto design was employed. The population and sample comprised all 2022-cohort Accounting Education students who had completed the microteaching course, totaling 60 individuals, determined through total sampling technique. Data were collected using a Likert-scale questionnaire and analyzed using multiple linear regression. The results showed that self-efficacy and microteaching learning experience simultaneously had a significant effect on teaching readiness, with an F value of 31.579 (sig. < 0.001) and a model contribution of 50.9%. Partially, self-efficacy had a positive and significant effect with a regression coefficient of 0.527, while microteaching experience also had a positive and significant effect with a coefficient of 0.258. These findings indicate the need to strengthen microteaching programs and develop strategies to enhance students' self-efficacy as prospective professional educators. ABSTRAK Kesiapan mengajar merupakan kompetensi mendasar yang wajib dimiliki mahasiswa kependidikan sebelum terjun ke lingkungan sekolah. Kondisi di lapangan menunjukkan sebagian mahasiswa Pendidikan Akuntansi Universitas Negeri Medan masih mengalami kendala dalam melaksanakan pembelajaran secara optimal, tampak dari rasa percaya diri yang belum stabil serta kemampuan pengelolaan kelas yang masih perlu ditingkatkan. Penelitian ini bertujuan mengkaji pengaruh efikasi diri dan pengalaman pembelajaran microteaching terhadap kesiapan mengajar mahasiswa. Pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain ex post facto. Populasi sekaligus sampel penelitian mencakup seluruh mahasiswa Pendidikan Akuntansi angkatan 2022 yang telah menyelesaikan mata kuliah microteaching, berjumlah 60 orang, ditetapkan melalui teknik total sampling. Data dikumpulkan menggunakan angket berskala Likert, kemudian dianalisis dengan teknik regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa efikasi diri bersama pengalaman pembelajaran microteaching secara simultan berpengaruh signifikan terhadap kesiapan mengajar, dengan nilai F sebesar 31,579 (sig. < 0,001) dan kontribusi model sebesar 50,9%. Secara parsial, efikasi diri berpengaruh positif dan signifikan dengan koefisien regresi sebesar 0,527, sementara pengalaman microteaching juga berpengaruh positif dan signifikan dengan koefisien sebesar 0,258. Temuan ini mengindikasikan perlunya penguatan program microteaching serta strategi peningkatan efikasi diri mahasiswa sebagai calon pendidik profesional.
Copyrights © 2026