Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

ANALISIS IMPLEMENTASI KURIKULUM BERBASIS KKNI DI FAKULTAS EKONOMI UNIMED Eko Wahyu Nugrahadi; Indra Maipita; La Ane; Pasca Dwi Putra
Niagawan Vol 7, No 1 (2018): Volume 7 No 1 Maret 2018
Publisher : Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/niaga.v7i1.9349

Abstract

Berkaitan dengan pelaksanaan kurikulum yang tidak berjalan dengan baik dan tidak menghasilkan kompetensi lulusan sesuai dengan profil lulusan, maka maka diterbitkan Peraturan Pemerintah No. 08 Tahun 2012 dan UU Perguruan Tinggi No 12 Tahun 2012 tentang kurikulum S1 Berbasis Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) yang mengacu pada capaian pembelajaran profil lulusan. Dengan adanya KKNI diharapkan dapat perguruan tinggi dapat menghasilkan lulusan sesuai kebutuhan pasar dan dapat bersaing secara lebih luas. Penelitian ini dilakukan dengan metode diskusi kelompok (focus group discussion), angket dan studi kepustakaan. Sedangkan alat analisis yang digunakan adalah statistik deskriptif kuantitatif. Dari hasil analisis diperoleh gambaran sebagai berikut: (1) secara keseluruhan terdapat dosen pengampu mata kuliah yang tidak memberikan secara lengkap 6 (enam) jenis tugas (4.41%) dan tugas RI merupakan jenis tugas yang banyak jumlah tidak diberikan dosen, (2) Ditinjau dari masing-masing prodi, terlihat bahwa hanya program studi Pendidikan Ekonomi dan Manajemen yang dosennya secara lengkap telah memberikan 6 (enam) jenis tugas, (3) Secara keseluruhan dosen dalam menjelaskan cara mengerjakan tugas dikategorikan pada level dipahami mahasiswa (90,8%), demikian juga keadaannya apabila dilihat berdasarkan masing-masing prodi, (4) Secara keseluruhan sumber referensi yang diberikan dosen pada saat perkuliahan berlangsung dikategorikan relevan (92,8%), demikian juga keadaannya apabila dilihat berdasarkan masing-masing prodi, (5) Secara keseluruhan dosen menjelaskan rubrik penilaian pada saat perkuliahan berlangsung dikategorikan pada tingkat dipahami (83,8%), demikian juga keadaannya apabila dilihat berdasarkan masing-masing prodi, (6) Secara keseluruhan masih terdapat dosen yang belum secara jelas menetapkan waktu pengumpulan tugas, sedangkan ditinjau dari masing-masing prodi hanya dosen-dosen prodi Manajemen yang ntelah memberikan kejelasan waktu pengumpulan tugas. Keywords: KKNI, Profil Lulusan, Perguruan Tinggi
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MINAT MAHASISWA DALAM MEMILIH JURUSAN Ivo Selvia Agusti; Pasca Dwi Putra
Niagawan Vol 7, No 2 (2018): NIAGAWAN VOLUME 7 NO. 2 JULI 2018
Publisher : Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/niaga.v7i2.10755

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan di Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Medan. Yang menjadi populasi dari penelitian ini adalah seluruh mahasiswa Kependidikan angkatan 2014 yang berjumlah 376 orang dan mahasiswa Non-Kependidikan angkatan 2014 yang berjumlah 222 orang dan jumlah yang dijadikan sampel dalam penelitian ini adalah 89 orang yang diambil dengan teknik proporsional random sampling, berdasarkan pendapat Arikunto diambil 15% dari jumlah populasi sehingga mahasiswa Kependidikan 56 orang dan mahasiswa Non-Kependidikan 33 orang. Alat pengumpul data yang digunakan dalam penelitian ini adalah angket faktor-faktor yang mempengaruhi minat mahasiswa dalam memilih jurusan kependidikan dan non-kependidikan. Angket ini diuji cobakan kepada 20 orang responden diluar sampel dengan menggunakan uji validitas dan uji reabilitas. Data yang dikumpulkan dianalisis dengan analisis distribusi frekuensi dan hipotesis secara parsial (Uji t) dan simultan (Uji F).Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor internal yang mempengaruhi minat mahasiswa memilih memilih jurusan Kependidikan 69,5%, faktor eksternal yang mempengaruhi minat mahasiswa memilih memilih jurusan Kependidikan 65,6%, faktor internal yang mempengaruhi minat mahasiswa memilih jurusan Non-Kependidikan 70,4%, faktor eksternal yang mempengaruhi minat mahasiswa memilih memilih jurusan Non-Kependidikan 68,8%.Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa faktor internal lebih dominan dalam mempengaruhi minat pemilihan jurusan Kependidikan dan Non-Kependidikan dan faktor eksternal berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat pemilihan jurusan Kependidikan dan Non-Kependidikan. Jadi faktor internal dan eksternal secara simultan berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat pemilihan jurusan Kependidikan dan Non-Kependidikan pada Mahasiswa Fakultas Ekonomi Angkatan 2014 Universitas Negeri Medan. Keywords: Minat, Pemilihan Jurusan, Kependidikan, Non-kependidikan.
Peningkatan Pendapatan Peternak Bebek Melalui Pelatihan Pakan Ternak Dan Kewirausahaan Pasca Dwi Putra; Hidir Efendi; Wasis Wuyung Wisnu Brata
JPPM (Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat) VOL. 2 NOMOR 1 MARET 2018 JPPM (Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat)
Publisher : Lembaga Publikasi Ilmiah dan Penerbitan (LPIP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (367.338 KB) | DOI: 10.30595/jppm.v2i1.1713

Abstract

ABSTRAK                Tujuan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk memberikan teknologi tepat guna dalam menghasilkan pakan ternak yang lebih sehat dan alami serta mengurangi penggunaan pakan ternak yang berasal dari pelet. Oleh karena itu, pelatihan dan penyuluhan pembuatan pakan ternak dapat mengurangi biaya pakan ternak dan dapat meningkatkan jumlah produksi telur bebek. Disamping itu, adanya pelatihan ketrampilan bagi peternak dapat meningkatkan kemampuan peternak dalam perencanaan keuangan dan kewirausahaan sehingga peternak dapat lebih mandiri.  Hasil pengabdian ini menunjukkan bahwa adanya penggunaan teknologi tepat guna dalam menghasilkan pakan ternak yang alami dapat meningkatkan jumlah telur bebek yang dihasilkan serta membuat bebek lebih tahan terhadap penyakit dan perubahan cuaca. Disamping itu, adanya pembuatan pakan ternak dapat mengurani pengeluaran peternak bebek sehingga dapat meningkatkan pendapatan peternak dari sebelumnya. Pelatihan dan penyuluhan manajemen keuangan dan kewirausahaan juga meningkatkan ketrampilan peternak dalam perencanaan keuangan dan pemasaran telur bebek sehingga dapat meningkatkan penjualan. Penggunaan teknologi dapat mengurangi ketergantungan peternak dalam penggunaan pelet dan meningkatkan pendapatan peternak. Kegiatan pengabdian masyarakat ini menunjukkan bahwa pakan ternak yang dihasilkan sendiri dapat mengurangi dan mengganti pakan ternak yang berasal dari pelet, pelatihan perencanaan keuangan dapat merencanakan usaha peternak kedepan, dan adanya variasi produk dapat meningkatkan pendapatan peternak. Kata Kunci :   Pakan Ternak, Teknologi Tepat Guna, Kewirausahaan, Manajemen Keuangan, Variasi Produk. ABSTRACTThe purpose of community service is to provide the right technology to produce healthier and more natural animal feed and to reduce the use of poultry feed originating from pellets. Therefore, training and counseling of livestock feed can reduce the cost of animal feed and can increase the amount of duck egg production. In addition, the skill training for farmers can improve the capability of farmers in financial planning and entrepreneurship so that farmers can be more independent. The results of this dedication show that the use of appropriate technology in the production of natural livestock feed can increase the number of duck eggs produced and make ducks more resistant to disease and weather changes. In addition, the creation of animal feed can reduce the expense of duck breeders so as to increase the income of farmers from the previous. Training and counseling of financial and entrepreneurial management also improves farmers' skills in financial planning and marketing of duck eggs so as to increase sales. The use of technology can reduce the dependence of farmers in the use of pellets and increase the income of farmers. These community service activities demonstrate that self-produced livestock can reduce and replace poultry feeds from pellets, financial planning training can plan future farmers, and the variety of products can increase farmers' income. Keywords : Animal Feed, Appropriate Technology, Entrepreneurship, Financial Management, Variaty Product
Peran Kelompok Wanita Tani Dalam Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat Melalui Pemanfaatan Lahan Kecil Muhammad Nasir; Selamat Riadi; Halim Simatupang; Pasca Dwi Putra
JPPM (Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat) VOL. 3 NOMOR 1 MARET 2019 JPPM (Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat)
Publisher : Lembaga Publikasi Ilmiah dan Penerbitan (LPIP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (373.293 KB) | DOI: 10.30595/jppm.v3i1.3351

Abstract

Peran serta perempuan dalam menciptakan kesejahteraan sangatlah penting. Tujuan dari kegiatan ini adalah memberikan pendampingan dan penyuluhan dari aspek ekonomi, teknologi dan biologi. Materi kegiatan  berupa penyusunan harga pokok produksi dan kewirausahaan, penggunaan teknologi tepat guna, serta variasi tanaman dataran tinggi didataran rendah serta metode penanamannya. Hasil dari kegiatan ini dapat memberikan pengetahuan ketrampilan kepada mitra tentang konsep dasar kewirausahaan dan keuangan dalam usaha mikro, efisiensi pengelolaan usaha melalui penggunaan teknologi tepat guna, serta pengetahuan jenis tanaman dataran tinggi lainnya yang dapat ditanam pada dataran rendah. Kegiatan ini memberikan manfaat bagi masyarakat dalam mengurangi ketergantungan tanaman dataran tinggi dalam memenuhi kebutuhan sayur serta meningkatkan peran wanita dalam pembangunan nasional.
Pengaruh Academic Resilience Dan Mindfulness Terhadap Academic Stress Pada Mata Pelajaran Dasar-Dasar Kejuruan Siswa Kelas X Akuntansi SMK Negeri 1 Medan Fannya Regina Putri; Ulfa Nurhayani; Andri Zainal; Pasca Dwi Putra; Rini Herliani
Jurnal QOSIM : Jurnal Pendidikan, Sosial & Humaniora Vol 4 No 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/jq.v4i3.5849

Abstract

Academic stress merupakan salah satu permasalahan yang sering dialami siswa dalam menghadapi tuntutan pembelajaran di sekolah kejuruan, khususnya pada mata pelajaran Dasar-Dasar Kejuruan. Kondisi ini perlu diatasi melalui kemampuan academic resilience dan mindfulness yang diyakini mampu membantu siswa mengelola tekanan akademik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh academic resilience dan mindfulness terhadap academic stress pada mata pelajaran Dasar-Dasar Kejuruan siswa kelas X Akuntansi di SMK Negeri 1 Medan. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian ex post facto dengan pendekatan kuantitatif. Populasi penelitian berjumlah 139 siswa kelas X Akuntansi, dengan sampel sebanyak 79 siswa yang diambil menggunakan teknik total sampling. Data dikumpulkan melalui angket yang telah diuji validitas menggunakan korelasi Product Moment dan reliabilitas menggunakan Cronbach Alpha, kemudian dianalisis menggunakan regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial academic resilience berpengaruh negatif dan signifikan terhadap academic stress dengan nilai t hitung -5,616 dan signifikansi 0,000 < 0,05. Mindfulness juga berpengaruh negatif dan signifikan terhadap academic stress dengan nilai t hitung -3,438 dan signifikansi 0,001 < 0,05. Secara simultan, academic resilience dan mindfulness berpengaruh signifikan terhadap academic stress dengan nilai F hitung 60,916 > 3,11. Nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,606 menunjukkan bahwa kedua variabel memberikan kontribusi sebesar 60,6% terhadap academic stress siswa. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa peningkatan academic resilience dan mindfulness dapat menjadi strategi efektif dalam menurunkan tingkat academic stress siswa.
PENERAPAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING BERBANTUAN KAHOOT UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR AKUNTANSI SISWA KELAS XI SMKS PAB 2 HELVETIA Maria Finsensia Sihaloho; Rini Herliani; Ramdhansyah Ramdhansyah; Pasca Dwi Putra; Choms Gary Ganda Tua Sibarani
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v6i3.11408

Abstract

This study was motivated by the low motivation and accounting learning outcomes of eleventh-grade students at SMKS PAB 2 Helvetia, as indicated by limited participation in classroom activities, low learning enthusiasm, and the inability of many students to achieve the Minimum Learning Achievement Criteria (KKTP). The study aimed to improve students’ motivation and accounting learning outcomes through the implementation of the Problem Based Learning (PBL) model assisted by the Kahoot application. This research employed Classroom Action Research (CAR) conducted in two cycles involving 17 eleventh-grade accounting students as research subjects. Data were collected through observation, learning outcome tests, and documentation. The findings revealed that the implementation of the PBL model assisted by Kahoot significantly improved students’ learning motivation. In the first cycle, 10 students (58.8%) demonstrated good learning motivation, which increased to 14 students (82.4%) in the second cycle. This improvement was reflected in greater participation in discussions, increased confidence in asking questions, and higher enthusiasm during learning activities. Learning outcomes also improved substantially, with the percentage of students achieving mastery increasing from 29.4% (5 students) in the pre-test to 64.7% (11 students) in the first cycle and 88.2% (15 students) in the second cycle. Therefore, the Problem Based Learning model assisted by Kahoot proved effective in enhancing both learning motivation and accounting learning outcomes among eleventh-grade students at SMKS PAB 2 Helvetia. ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya motivasi dan hasil belajar akuntansi peserta didik kelas XI SMKS PAB 2 Helvetia yang ditunjukkan oleh rendahnya keterlibatan dalam pembelajaran, kurangnya semangat belajar, serta belum tercapainya Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP) oleh sebagian besar siswa. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar akuntansi melalui penerapan model Problem Based Learning (PBL) berbantuan media Kahoot. Metode yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus dengan melibatkan 17 peserta didik kelas XI Akuntansi sebagai subjek penelitian. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, tes hasil belajar, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model PBL berbantuan Kahoot mampu meningkatkan motivasi belajar siswa. Pada siklus I, sebanyak 10 siswa (58,8%) menunjukkan motivasi belajar yang baik, kemudian meningkat menjadi 14 siswa (82,4%) pada siklus II. Peningkatan motivasi ditandai dengan bertambahnya keaktifan dalam diskusi, keberanian bertanya, dan antusiasme selama pembelajaran. Hasil belajar juga mengalami peningkatan, dari 5 siswa (29,4%) yang tuntas pada pre-test menjadi 11 siswa (64,7%) pada siklus I dan meningkat lagi menjadi 15 siswa (88,2%) pada siklus II. Dengan demikian, model Problem Based Learning berbantuan Kahoot terbukti efektif dalam meningkatkan motivasi dan hasil belajar akuntansi siswa kelas XI SMKS PAB 2 Helvetia.
PENERAPAN MODEL LEARNING CYCLE DENGAN METODE PEER TEACHING UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS XI AKL DI SMKS PAB 2 HELVETIA Rini Natalina Sitanggang; Choms Gary Ganda Tua Sibarani; Ramdhansyah Ramdhansyah; Pasca Dwi Putra; Haryani Pratiwi Sitompul
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v6i3.11857

Abstract

The problem underlying this study was the low learning achievement of students in the Financial Accounting and Institutions subject in Class XI AKL at SMKS PAB 2 Helvetia. This research aimed to determine the improvement of students' learning outcomes through the implementation of the Learning Cycle model combined with the Peer Teaching method. The study was conducted at SMKS PAB 2 Helvetia during the 2025/2026 academic year, involving all 17 students of Class XI AKL as the research subjects. The method employed was Classroom Action Research (CAR), which was carried out in two cycles, with each cycle consisting of planning, action implementation, observation, and reflection stages. Data were collected through observation, interviews, learning achievement tests, and documentation, while data analysis was conducted quantitatively based on the percentage of students' learning mastery. The results indicated a continuous improvement in students' learning outcomes across each cycle. In the preliminary stage (pre-test), 7 students (41.2%) achieved learning mastery, with an average score of 66.5. After the implementation of the action in Cycle I, the number of students achieving mastery increased to 11 students (64.7%), with an average score of 76.5. In Cycle II, learning mastery further improved to 16 students (94.1%), with an average score of 84.7. Based on these findings, it can be concluded that the implementation of the Learning Cycle model combined with the Peer Teaching method was effective in improving the learning outcomes of Class XI AKL students at SMKS PAB 2 Helvetia. ABSTRAK Permasalahan yang mendasari dilaksanakannya penelitian ini berkaitan dengan rendahnya capaian hasil belajar siswa pada mata pelajaran Akuntansi Keuangan dan Lembaga di kelas XI AKL SMKS PAB 2 Helvetia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar siswa melalui penerapan model pembelajaran Learning Cycle yang dipadukan dengan metode Peer Teaching. Penelitian dilaksanakan di SMKS PAB 2 Helvetia pada Tahun Ajaran 2025/2026 dengan melibatkan seluruh siswa kelas XI AKL yang berjumlah 17 orang sebagai subjek penelitian. Adapun metode yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus, dengan masing-masing siklus mencakup tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Pengumpulan data dilakukan melalui kegiatan observasi, wawancara, tes hasil belajar, serta dokumentasi, sementara analisis data dilakukan dengan pendekatan kuantitatif berdasarkan persentase ketuntasan belajar siswa. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan hasil belajar siswa pada setiap pelaksanaan siklus. Pada tahap awal (pre-test), tercatat 7 siswa atau 41,2% yang mencapai ketuntasan belajar dengan rata-rata nilai 66,5. Setelah pelaksanaan tindakan pada siklus I, jumlah siswa yang dinyatakan tuntas meningkat menjadi 11 orang atau 64,7% dengan rata-rata nilai 76,5. Pada siklus II, ketuntasan belajar kembali meningkat menjadi 16 siswa atau 94,1% dengan rata-rata nilai 84,7. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa penerapan model Learning Cycle yang dikombinasikan dengan metode Peer Teaching terbukti efektif dalam meningkatkan hasil belajar siswa kelas XI AKL SMKS PAB 2 Helvetia.
Pengaruh Pengetahuan Kewirausahaan, Literasi Digital dan Entrepreneurial Mindset terhadap Minat Berwirausaha Siswa: Studi di Kelas XI SMKS Budi Agung Medan Tahun Ajaran 2025/2026 Nadya Rahmadhani; Pasca Dwi Putra
MUQADDIMAH: Jurnal Ekonomi, Manajemen, Akuntansi dan Bisnis Vol. 4 No. 1 (2026): Jurnal Ekonomi, Manajemen, Akuntansi dan Bisnis
Publisher : LP3M INSTITUT KH YAZID KARIMULLAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59246/kgzsax90

Abstract

The high unemployment rate among vocational high school graduates indicates that entrepreneurial interest remains a critical issue requiring empirical investigation. Previous studies have generally examined entrepreneurship knowledge, digital literacy, and entrepreneurial mindset separately, while limited evidence explains their simultaneous contribution to entrepreneurial interest among vocational students within the framework of the Theory of Planned Behavior. Addressing this gap, the present research investigates the influence of entrepreneurship knowledge, digital literacy, and entrepreneurial mindset on the entrepreneurial interest of Grade XI students at SMKS Budi Agung Medan in the 2025/2026 academic year. A quantitative explanatory approach was employed using a survey design involving 99 respondents selected from a population of 130 students through proportionate stratified random sampling based on the Slovin formula. Data were collected using questionnaires and school documentation, then analyzed through multiple linear regression with SPSS version 29 following validity, reliability, and classical assumption testing. The findings reveal that entrepreneurship knowledge (β = 0.340; p = 0.001), digital literacy (β = 0.301; p = 0.001), and entrepreneurial mindset (β = 0.153; p = 0.001) each exert a positive and significant effect on entrepreneurial interest. Simultaneously, the three variables significantly influence entrepreneurial interest (F = 29.396; p < 0.001) and explain 46.5% of its variance (Adjusted R² = 0.465). These findings reinforce the Theory of Planned Behavior by demonstrating that cognitive competence, digital capability, and entrepreneurial mindset collectively strengthen students' entrepreneurial intentions while providing practical implications for entrepreneurship education in vocational schools.
Pengaruh Self-Regulated Learning, Dukungan Teman Sebaya, dan Kualitas Pembelajaran terhadap Hasil Belajar Siswa Jurusan Bisnis Digital Melalui Motivasi Belajar pada Mata Pelajaran Dasar - Dasar Program Kejuruan: Studi di SMKS Budi Agung Medan Tahun Ajaran 2025/2026 Linsa Febby Br Barus; Pasca Dwi Putra
MUQADDIMAH: Jurnal Ekonomi, Manajemen, Akuntansi dan Bisnis Vol. 4 No. 1 (2026): Jurnal Ekonomi, Manajemen, Akuntansi dan Bisnis
Publisher : LP3M INSTITUT KH YAZID KARIMULLAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59246/2826zm43

Abstract

Learning outcomes in vocational education are influenced by multiple internal and external factors, including self-regulated learning, peer support, learning quality, and students' learning motivation. Understanding the interaction among these variables is essential for improving learning effectiveness, particularly in Digital Business vocational programs. This quantitative study employed an explanatory survey design involving 60 students of the Digital Business Department at SMKS Budi Agung Medan during the 2025/2026 academic year. The entire population was selected using a saturated sampling technique. Data were collected through Likert-scale questionnaires and documentation of students' achievement scores, then analyzed using Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) with SmartPLS 4. Instrument quality was evaluated through convergent validity, discriminant validity, composite reliability, and Cronbach's alpha before structural model assessment. The findings indicate that learning quality has a positive and significant effect on learning motivation, whereas self-regulated learning and peer support do not significantly influence learning motivation. Self-regulated learning, peer support, learning quality, and learning motivation also do not have significant direct effects on learning outcomes. Furthermore, learning motivation fails to mediate the relationship between the independent variables and learning outcomes. These findings emphasize that improving instructional quality plays a more substantial role in fostering students' motivation than directly improving academic achievement. The study contributes empirical evidence regarding the structural relationships among learning-related variables in vocational education and provides recommendations for strengthening instructional practices to enhance student learning experiences.
PENGARUH EFIKASI DIRI DAN PENGALAMAN PEMBELAJARAN MICROTEACHING TERHADAP KESIAPAN MENGAJAR MAHASISWA PENDIDIKAN AKUNTANSI DI FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS NEGERI MEDAN Nia Syahfitri; Ramdhansyah Ramdhansyah; Jufri Darma; Pasca Dwi Putra; Haryani Pratiwi Sitompul
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v6i3.12216

Abstract

Teaching readiness is a fundamental competency that education students must possess before entering the school environment. Field conditions indicate that some Accounting Education students at Universitas Negeri Medan still face challenges in conducting optimal instruction, reflected in unstable self-confidence and classroom management skills that still require improvement. This study aimed to examine the effect of self-efficacy and microteaching learning experience on students' teaching readiness. A quantitative approach with an ex post facto design was employed. The population and sample comprised all 2022-cohort Accounting Education students who had completed the microteaching course, totaling 60 individuals, determined through total sampling technique. Data were collected using a Likert-scale questionnaire and analyzed using multiple linear regression. The results showed that self-efficacy and microteaching learning experience simultaneously had a significant effect on teaching readiness, with an F value of 31.579 (sig. < 0.001) and a model contribution of 50.9%. Partially, self-efficacy had a positive and significant effect with a regression coefficient of 0.527, while microteaching experience also had a positive and significant effect with a coefficient of 0.258. These findings indicate the need to strengthen microteaching programs and develop strategies to enhance students' self-efficacy as prospective professional educators. ABSTRAK Kesiapan mengajar merupakan kompetensi mendasar yang wajib dimiliki mahasiswa kependidikan sebelum terjun ke lingkungan sekolah. Kondisi di lapangan menunjukkan sebagian mahasiswa Pendidikan Akuntansi Universitas Negeri Medan masih mengalami kendala dalam melaksanakan pembelajaran secara optimal, tampak dari rasa percaya diri yang belum stabil serta kemampuan pengelolaan kelas yang masih perlu ditingkatkan. Penelitian ini bertujuan mengkaji pengaruh efikasi diri dan pengalaman pembelajaran microteaching terhadap kesiapan mengajar mahasiswa. Pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain ex post facto. Populasi sekaligus sampel penelitian mencakup seluruh mahasiswa Pendidikan Akuntansi angkatan 2022 yang telah menyelesaikan mata kuliah microteaching, berjumlah 60 orang, ditetapkan melalui teknik total sampling. Data dikumpulkan menggunakan angket berskala Likert, kemudian dianalisis dengan teknik regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa efikasi diri bersama pengalaman pembelajaran microteaching secara simultan berpengaruh signifikan terhadap kesiapan mengajar, dengan nilai F sebesar 31,579 (sig. < 0,001) dan kontribusi model sebesar 50,9%. Secara parsial, efikasi diri berpengaruh positif dan signifikan dengan koefisien regresi sebesar 0,527, sementara pengalaman microteaching juga berpengaruh positif dan signifikan dengan koefisien sebesar 0,258. Temuan ini mengindikasikan perlunya penguatan program microteaching serta strategi peningkatan efikasi diri mahasiswa sebagai calon pendidik profesional.