Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Peran Unit Pengukuran (The Unit of Measure) Dalam Mewujudkan Informasi Akuntansi Yang Berkualitas : Teori, Implementasi dan Implikasi Fadillah Janadiyah; Ihsan Tiara; Puspita Dewi; Nia Syahfitri; Devi Rahmadani Pasaribu; Jufri Darma
Jurnal Ekonomi, Akutansi dan Manajemen Nusantara Vol. 4 No. 3 (2026): Edisi Januari - April
Publisher : Utiliti Project Solution

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jeama.v4i3.416

Abstract

Postulat satuan pengukuran (the unit of measure) merupakan salah satu landasan fundamental dalam teori akuntansi yang berfungsi menyatukan seluruh transaksi ekonomi ke dalam satuan moneter yang seragam. Penggunaan satuan moneter memungkinkan informasi keuangan diukur, dicatat, dan dibandingkan secara konsisten antarperiode dan antarentitas, sehingga berperan penting dalam mewujudkan kualitas informasi akuntansi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara konseptual peran postulat satuan pengukuran dalam menjaga relevansi, keandalan, dan keterbandingan informasi akuntansi. Metode penelitian yang digunakan adalah literature review dengan menelaah artikel jurnal nasional terakreditasi, buku teks akuntansi, serta dokumen resmi yang diperoleh melalui basis data Google Scholar, Garuda, dan SINTA dengan rentang tahun publikasi 2015–2025. Literatur yang dikaji dipilih berdasarkan tingkat relevansi dan kesesuaian dengan topik unit pengukuran dan teori akuntansi. Hasil kajian menunjukkan bahwa penerapan postulat satuan pengukuran secara konsisten menjadi dasar utama dalam menjaga kualitas informasi akuntansi, khususnya dalam hal relevansi dan keterbandingan laporan keuangan. Namun demikian, asumsi kestabilan nilai moneter yang mendasarinya memiliki keterbatasan akibat inflasi dan perubahan daya beli uang, yang berpotensi menurunkan relevansi laporan keuangan jika tidak disertai penyesuaian pengukuran. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pemahaman yang komprehensif terhadap postulat satuan pengukuran serta penerapan pendekatan pengukuran yang lebih adaptif, seperti nilai kini atau nilai wajar, diperlukan agar laporan keuangan mampu mencerminkan kondisi ekonomi secara wajar dan tetap relevan bagi pengguna informasi akuntansi.
PENGARUH EFIKASI DIRI DAN PENGALAMAN PEMBELAJARAN MICROTEACHING TERHADAP KESIAPAN MENGAJAR MAHASISWA PENDIDIKAN AKUNTANSI DI FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS NEGERI MEDAN Nia Syahfitri; Ramdhansyah Ramdhansyah; Jufri Darma; Pasca Dwi Putra; Haryani Pratiwi Sitompul
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v6i3.12216

Abstract

Teaching readiness is a fundamental competency that education students must possess before entering the school environment. Field conditions indicate that some Accounting Education students at Universitas Negeri Medan still face challenges in conducting optimal instruction, reflected in unstable self-confidence and classroom management skills that still require improvement. This study aimed to examine the effect of self-efficacy and microteaching learning experience on students' teaching readiness. A quantitative approach with an ex post facto design was employed. The population and sample comprised all 2022-cohort Accounting Education students who had completed the microteaching course, totaling 60 individuals, determined through total sampling technique. Data were collected using a Likert-scale questionnaire and analyzed using multiple linear regression. The results showed that self-efficacy and microteaching learning experience simultaneously had a significant effect on teaching readiness, with an F value of 31.579 (sig. < 0.001) and a model contribution of 50.9%. Partially, self-efficacy had a positive and significant effect with a regression coefficient of 0.527, while microteaching experience also had a positive and significant effect with a coefficient of 0.258. These findings indicate the need to strengthen microteaching programs and develop strategies to enhance students' self-efficacy as prospective professional educators. ABSTRAK Kesiapan mengajar merupakan kompetensi mendasar yang wajib dimiliki mahasiswa kependidikan sebelum terjun ke lingkungan sekolah. Kondisi di lapangan menunjukkan sebagian mahasiswa Pendidikan Akuntansi Universitas Negeri Medan masih mengalami kendala dalam melaksanakan pembelajaran secara optimal, tampak dari rasa percaya diri yang belum stabil serta kemampuan pengelolaan kelas yang masih perlu ditingkatkan. Penelitian ini bertujuan mengkaji pengaruh efikasi diri dan pengalaman pembelajaran microteaching terhadap kesiapan mengajar mahasiswa. Pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain ex post facto. Populasi sekaligus sampel penelitian mencakup seluruh mahasiswa Pendidikan Akuntansi angkatan 2022 yang telah menyelesaikan mata kuliah microteaching, berjumlah 60 orang, ditetapkan melalui teknik total sampling. Data dikumpulkan menggunakan angket berskala Likert, kemudian dianalisis dengan teknik regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa efikasi diri bersama pengalaman pembelajaran microteaching secara simultan berpengaruh signifikan terhadap kesiapan mengajar, dengan nilai F sebesar 31,579 (sig. < 0,001) dan kontribusi model sebesar 50,9%. Secara parsial, efikasi diri berpengaruh positif dan signifikan dengan koefisien regresi sebesar 0,527, sementara pengalaman microteaching juga berpengaruh positif dan signifikan dengan koefisien sebesar 0,258. Temuan ini mengindikasikan perlunya penguatan program microteaching serta strategi peningkatan efikasi diri mahasiswa sebagai calon pendidik profesional.