Perkembangan zaman dengan tuntutan ekonomi yang semakin tinggi, terkadang memaksa pasangan suami-istri untuk menjalani hubungan pernikahan jarak jauh. Menjaga keintiman suami-istri dalam hubungan pernikahan jarak jauh bukanlah hal yang mudah, tetapi bukan juga berarti mustahil. Terutama bila didasari oleh pemahaman Alkitabiah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi makna teologis yang terkandung dalam Amsal 4:23 dan penerapannya dalam memperkuat hubungan pernikahan jarak jauh di Jemaat GMIM Gestemani Senduk. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan hermeneutika dan analisis teks untuk menggali makna dan aplikasi praktis dari Amsal 4:23 dalam konteks pernikahan jarak jauh. Penelitian lapangan juga dilakukan untuk mendapatkan pemahaman yang lebih dalam dari perspektif praktis dan pengalaman langsung dari pasangan suami-istri yang menjalani hubungan pernikahan jarak jauh. Hasil penelitian menunjukkan makna teologis dari teks ini memberi penekanan pada pentingnya menjaga hati sebagai pusat kehidupan, yang harus dilakukan dengan usaha yang aktif, terus-menerus, dan sungguh-sungguh. Dalam konteks pernikahan jarak jauh pasangan suami-istri di Jemaat GMIM Getsemani Senduk, makna teks ini diterapkan dalam praktik menjaga pikiran, emosi, komitmen, dan karakter yang berusaha dilakukan secara aktif, berkelanjutan dan dengan kesungguhan.
Copyrights © 2025