Karsinoma nasofaring merupakan salah satu keganasan pada saluran napas atas yang memiliki angka kejadian cukup tinggi di Indonesia dan dipengaruhi oleh berbagai faktor risiko. Faktor-faktor tersebut meliputi karakteristik demografi, kebiasaan hidup, paparan lingkungan, serta pola konsumsi makanan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian karsinoma nasofaring di RSUD Arifin Achmad Provinsi Riau. Penelitian ini menggunakan desain case control dengan pendekatan retrospektif. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 70 responden terdiri dari 35 responden kelompok kasus dan 35 responden kelompok kontrol dengan teknik pengambilan sampel consecutive sampling. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square dan Fisher’s Exact Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang bermakna antara jenis kelamin (p-value = 0,0005), pekerjaan (p-value = 0,001), status merokok (p-value = 0,0005), konsumsi makanan yang diawetkan (p-value = 0,018), serta konsumsi makanan yang dibakar atau diasap (p-value = 0,029) dengan kejadian karsinoma nasofaring. Sementara itu, usia (p-value =0,539) dan riwayat keluarga (p-value = 0,356) tidak menunjukkan hubungan yang bermakna secara statistik dengan kejadian karsinoma nasofaring. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa faktor kebiasaan hidup dan paparan lingkungan berperan penting terhadap kejadian karsinoma nasofaring. Oleh karena itu, disarankan kepada tenaga kesehatan untuk meningkatkan upaya promotif dan preventif melalui edukasi kesehatan kepada pasien terkait penerapan pola hidup sehat, pengendalian kebiasaan merokok, serta pembatasan konsumsi makanan yang berpotensi bersifat karsinogenik.
Copyrights © 2026