J-HESTECH (Journal Of Health Educational Science And Technology)
Vol. 9 No. 1 (2026): J-HESTECH (Journal Of Health Educational Science And Technology)

Aromaterapi Lavender Sebagai Intervensi Komplementer Untuk Ma-najemen Kecemasan Pada Wanita Pra-Menopause

An Nisa Fithri (stikes kendedes)
Eka Yuni Indah Nurmala (Unknown)
Tarni (Unknown)
Miftakhul Maghfirah Ermadona (Unknown)
Arti Wardani (Unknown)
Lilik Winarsi (stikes kendedes)
Siti Kholifah (Unknown)
Ulfa Nur Hidayati (Unknown)
Chintia Kartikaningtias (Unknown)
Nanda Agnesia (Unknown)
Nanik Susanti (Unknown)
Afiatur Rohimah (stikes kendedes)
Rezha Alifia Hildayanti (stikes kendedes)
Eny Rahmawati (stikes kendedes)
Luluk Nur Aini (Unknown)



Article Info

Publish Date
29 Jun 2026

Abstract

Abstract Background: Hormonal changes in women during the transition to menopause may increase emotional sensitivity, making them more vulnerable to anxiety. Safe and easily applicable non-pharmacological interventions are therefore needed. Lavender aromatherapy is known to have relaxing and anxiolytic effects. Objective: To examine the effect of lavender in inhaler form on anxiety levels among premenopausal women. Methods: This study employed a quasi-experimental design with a pretest–posttest control group approach. Respondents were divided into two groups: an intervention group and a control group. The intervention group received lavender aromatherapy inhalation eight times over four weeks, with a frequency of twice per week, each session lasting 15–20 minutes. Anxiety levels were measured before and after the intervention using a validated instrument. Data were analyzed using a paired t-test. Results: A reduction in anxiety scores was observed in both groups after the study period. In the intervention group, the mean anxiety score decreased from 19.97 ± 4.08 to 11.07 ± 2.92. In the control group, the mean score decreased from 19.17 ± 4.74 to 9.97 ± 2.44. Statistical analysis showed that the reduction in anxiety scores in both groups was significant (p < 0.05). Conclusion: Lavender in aromatherapy inhaler form has potential to reduce anxiety levels in premenopausal women and may be considered a complementary therapy in promotive and preventive women’s health services at the community level Keywords: Anxiety, Lavender, menopause Abstrak Latar Belakang: Perubahan hormonal pada perempuan selama masa transisi menuju menopause dapat meningkatkan sensitivitas emosional sehingga lebih rentan mengalami kecemasan. Intervensi nonfarmakologis yang aman dan mudah diterapkan. Aromaterapi lavender diketahui memiliki efek relaksasi dan anxiolitik. Tujuan: Membuktikan pengaruh lavender dalam sediaan inhaler terhadap rasa cemas pada wanita premenopause. Metode: desain kuasi-eksperimental dengan pendekatan pretest–posttest control group. Responden terdiri dari dua kelompok, yaitu kelompok perlakuan dan kelompok kontrol. Kelompok intervensi diberikan aromaterapi lavender sebanyak 8 kali selama 4 minggu dengan frekuensi dua kali per minggu, masing-masing selama 15–20 menit. Pengukuran tingkat kecemasan dilakukan sebelum dan sesudah intervensi menggunakan instrumen yang telah ditentukan. Data dianalisis menggunakan uji paired t-test. Hasil: Menurunan skor kecemasan pada kedua kelompok setelah periode penelitian. Rata-rata skor kecemasan menurun dari 19,97 ± 4,08 menjadi 11,07 ± 2,92 pada kelompok perlakuan . Sementara itu, pada kelompok kontrol skor kecemasan menurun dari 19,17 ± 4,74 menjadi 9,97 ± 2,44. Uji statistik menunjukkan bahwa penurunan skor kecemasan pada kedua kelompok signifikan secara statistik (p < 0,05). Kesimpulan: lavender yang dibuat dalam sediaan aromaterapi memiliki potensi untuk menurunkan tingkat kecemasan pada wanita premenopause dan dapat dipertimbangkan sebagai terapi komplementer dalam upaya promotif dan preventif kesehatan perempuan di layanan kesehatan komunitas. Kata kunci: kecemasan, lavender, menopause

Copyrights © 2026






Journal Info

Abbrev

jhest

Publisher

Subject

Health Professions Medicine & Pharmacology Public Health

Description

Menerima artikel dengan fokus pada bidang ilmu kesehatan dan aplikasi teknologi dalam bidang medis. Bidang-bidang yang dapat didiskusikan antara lain : (1) Kesehatan Ibu dan Anak, (2) Maternity (Persalinan, Nifas, Kehamilan dan Menyusui), (3) Keluarga Berancana, (4) Promosi Keehatan dan Gaya Hidup, ...