Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Pengaruh Edukasi Nursing Dysphagia Screening Tool (NDST) Terhadap Pengetahuan, Sikap Dan Perilaku Perawat Dalam Pendokumentasian Hasil Skrining Disfagia Pasien Stroke Cinthia Kartikaningtias; Luluk Nur Aini; Esther Palupi
Jurnal Keperawatan Mandira Cendikia Vol. 2 No. 1 (2023)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jkmc.v2i1.403

Abstract

Upaya pencegahan komplikasi disfagia harus menggunakan metode skrining yang cepat dan tepat. NDST dapat mengidentifikasi disfagia pada pasien stroke hanya dengan 8 indikator. Hal ini memudahkan perawat dalam melaksanakan dan mendokumentasikannya. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis pengaruh NDST terhadap pengetahuan, sikap dan perilaku perawat dalam pendokumentasian hasil skrining disfagia pada pasien stroke di Tk.II dr. Soepraoen Malang. Metode penelitian yang digunakan adalah quasi eksperimen design dengan pendekatan nonequivalent control group design. Tempat penelitian di Tk.II dr. Soepraoen Malang. Sampel 120 perawat dipilih untuk total sampling 60 kontrol dan perawatan masing-masing. Analisis data dengan uji t dependen dan uji MANOVA. Hasil uji-t tergantung pada rata-rata perbedaan pengetahuan sebesar -19,999 dengan t-hitung sebesar -8,373 dan signifikansi 0,000 < 0,05. Rerata perbedaan sikap adalah -5,967, t hitung -4,624 dan signifikansi 0,000. Nilai mean behavior difference sebesar -52,917 dengan t hitung -17,957 dan signifikansi 0,000. Uji pengaruh parsial variabel perilaku MANOVA dengan nilai F hitung (223,8) > F tabel (3,921) dan nilai signifikansi (0,003) < (0,05). Kesimpulannya, edukasi NDST memiliki pengaruh parsial paling tinggi terhadap perilaku perawat dalam pendokumentasian hasil skrining disfagia pada pasien stroke di rumah sakit dibandingkan dengan nilai pengetahuan dan sikap. Saran Saran bagi rumah sakit adalah mengadakan seminar, workshop dan pelatihan untuk meningkatkan pengetahuan, sikap dan perilaku perawat dalam pendokumentasian hasil skrining disfagia pasien stroke menggunakan instrumen NDST sebagai upaya optimalisasi pencegahan perburukan klinis komplikasi stroke.
Relasi Ibu-Anak Dengan Persepsi Ibu Tentang Tingkat Kecemasan Pada Anak Penderita Leukemia Limfoblastik Akut Yang Menjalani Kemoterapi Luluk Nur Aini; Cinthia Kartikaningtias; Emi Yustifa
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 2 No. 1 (2023)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Leukemia Limfoblastik Akut (LLA) menyumbang 74,5% insiden leukemia pada anak. Ibu yang memiliki anak dengan LLA dapat mengalami masalah psikologis pergeseran menurunnya nilai-nilai pola asuh ibu terhadap anaknya. Tujuan Penelitian mengetahui hubungan relasi ibu-anak dengan persepsi ibu tentang tingkat kecemasan pada anak penderita LLA yang menjalani kemoterapi di IRNA IV Ruang Tondano RSUD dr. Saiful Anwar Malang. Desain penelitian Cross Sectional, populasinya semua ibu yang memiliki anak LLA usia 5-17 tahun menjalani kemoterapi di IRNA IV RSUD dr. Saiful Anwar Malang berjumlah 60, sampelnya 52. Analisis data univariat menggunakan prosentase dan bivariat menggunakan uji Chi Kuadrat. Hasil penelitian nilai Pvalue = 0,010<0,05 artinya ada hubungan antara relasi ibu anak dengan persepsi ibu tentang tingkat kecemasan pada anak penderita LLA yang menjalani kemoterapi di IRNA IV RSUD dr. Saiful Anwar Malang. Sedangkan relasi ibu anak dengan kategori baik terdapat 28 responden dengan persepsi ibu tentang kecemasan juga baik. Kesimpulan ada hubungan antara relasi ibu-anak dengan persepsi ibu tentang tingkat kecemasan pada anak penderita LLA yang menjalani kemoterapi di IRNA IV RSUD dr. Saiful Anwar Malang.
Pengaruh Hipnoterapi Terhadap Tingkat Kecemasan Pada Pasien Kanker yang Menjalani Kemoterapi di Rumah Sakit Panti Nirmala Malang Luluk Nur Aini; Cinthia Kartikaningtias
Journal Scientific of Mandalika (JSM) e-ISSN 2745-5955 | p-ISSN 2809-0543 Vol. 6 No. 6 (2025)
Publisher : Institut Penelitian dan Pengembangan Mandalika Indonesia (IP2MI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/10.36312/vol6iss6pp1582-1591

Abstract

Hypnotherapy is a proven and very effective method for treating mental illnesses including anxiety disorders. Cancer patients undergoing chemotherapy often experience effects such as anxiety. Cancer is a serious disease that impacts a patient's physical and emotional well-being. The aim of this study was to determine the effect of hypnotherapy on reducing anxiety levels in patients undergoing chemotherapy. The design in this research is a quasi experiment with one group pretest and posttest design. The sample consisted of 29 cancer patients undergoing chemotherapy at Panti Nirmala Hospital. The anxiety instrument used is the State-Trait Anxiety Inventory (STAI). The results of the study showed that most of the anxiety levels of patients undergoing chemotherapy at Panti Nirmala Hospital before receiving hypnotherapy were severely anxious, 22 (75.9%) and after hypnotherapy, the majority were mildly anxious, 17 (58.6%). Meanwhile, the Sig value. The Wilcoxon test is (0.000) <0.05 or /Z count/ > Z t table, namely (4.704>1.96) so it can be concluded that there is an effect of hypnotherapy on the anxiety of cancer patients undergoing chemotherapy at Panti Nirmala Hospital with different values ​​before and after hypnotherapy was -4.704. The conclusion is that there is an effect of hypnotherapy on the anxiety of cancer patients undergoing chemotherapy at Panti Nirmala Hospital. Hypnotherapy can be an alternative effort to increase the development of nursing knowledge in an effort to reduce anxiety in patients undergoing chemotherapy.
Hubungan Pengetahuan Perawat Tentang Sdki Siki Dan Slki Dengan Kepatuhan Pendokumentasian Dirumah Sakit Dr. Soedarsono Pasuruan Luluk Nur Aini; Siti Maryam
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 3 No. 1 (2024)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sebagian besar dokumentasi keperawatan masih belum lengkap (71,6%) dan yang lengkap hanya sedikit (28,4%). Hal ini dipengaruhi oleh pengetahuan perawat dalam proses keperawatan SDKI, SIKI dan SLKI (3S). Tujuan penelitian ini adalah ingin menganalisis hubungan pengetahuan perawat tentang SDKI, SIKI dan SLKI Dengan Kepatuhan Pendokumentasian Di RSUD dr. R. Soedarsono Pasuruan. Desain penelitian menggunakan non experiment cross sectional dengan jumlah populasi 48, sampel 48, tempat penelitian di RSUD dr. R. Soedarsono Pasuruan, mulai 20 Juli sampai 31 Juli 2023. Variabel Independennya adalah pengetahuan perawat tentang SDKI, SIKI dan SLKI dan variable dependentnya adalah Kepatuhan Pendokumentasian. Analisis data dengan Uji Spearman Rho. Hasilnya adalah menunjukkan bahwa nilai uji spearman rho -0,024, -0,024 < 0,05 artinya H1 diterima dan H0 ditolak. dapat diartikan bahwa terdapat hubungan antara Pengetahuan Perawat tentang SDKI, SIKI dan SLKI dengan Kepatuhan Pendokumentasian di RSUD dr. R. Soedarsono Pasuruan. 3S (SDKI, SIKI, SLKI) merupakan 3 komponen utama dalam asuhan keperawatan sebagai standar dalam melakukan penyusunan dan pencatatan dalam dokumentasi asuhan keperawatan. Sebagai tenaga kesehatan professional, perawat memiliki kesempatan terbesar dalam pemberian pelayanan kesehatan terlebih pada asuhan keperawatan untuk membantu dan memenuhi kebutuhan dasar pasien. Kesimpulan: ada hubungan antara Pengetahuan Perawat tentang SDKI, SIKI dan SLKI dengan Kepatuhan Pendokumentasian di RSUD dr. R. Soedarsono Pasuruan. Diharapkan rumah sakit dapat melaksanakan pelatihan bagi perawat pemula sehingga menambah wawasan dalam menerapkan pendokuemntasian asuhan keperawatan serta menyediakan system komputeriasi sehingga mempermudah perawat dalam mengaplikasannya di ruang rawat inap Interna RSUD dr. R. Soedarsono Pasuruan.
Pengaruh Edukasi Tata Tertib Ruang High Care Unit Terhadap Kepatuhan Keluarga Pasien Dalam Menjalani Perawatan Di Ruang Cisadane RSUD Dr. Saiful Anwar Malang Luluk Nur Aini; Arry Muji Astutik; Nur Bayti Iksanita
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 3 No. 7 (2024)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perilaku tidak sehat pengunjung yaitu ketidakpatuhan terhadap tata tertib mengganggu pihak pengelola rumah sakit dan membahayakan pasien terutama akan munculnya infeksi nosokomial yang dapat ditularkan melalui tangan. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh edukasi tata tertib ruang HCU terhadap kepatuhan keluarga pasien dalam menjalani perawatan di Ruang Cisadane RSUD dr. Saiful Anwar Malang. Desain penelitian Two Group Pretest Posttest, populasinya adalah semua keluarga pasien yang menjalani perawatan di Ruang Cisadane RSUD dr. Saiful Anwar Malang 200 orang. Dengan sampel 132 sejumlah dipilih dengan purposive sampling. Variabel independen dalam penelitian ini adalah: edukasi tata tertib ruang High Care Unit. Variabel dependen dalam penelitian ini adalah kepatuhan keluarga pasien dalam menjalani perawatan di Ruang Cisadane RSUD dr. Saiful Anwar Malang. Waktu penelitian 19 Mei 2023-26 Mei 2023 di Ruang HCU Cisadane RSUD dr. Saiful Anwar Malang. Analisis data menggunakan uji Spearman Rank. Hasil menunjukkan bahwa Pvalue 0,024 < 0,05 artinya menerima H1 dan menolak H0. Kesimpulan ada pengaruh edukasi tata tertib Ruang HCU terhadap kepatuhan keluarga pasien dalam menjalani perawatan di Ruang Cisadane RSUD dr. Saiful Anwar Malang Pemberian edukasi bila sesuai dengan filosofi yaitu memenuhi kebutuhan pasien/keluarga, kebutuhan fisik pasien serta dengan memfokuskan satu persatu kebutuhan keamanan pasien dan kasih sayang serta penghargaan akan memberikan pengalaman yang bisa membawa mencapai aktualisasi diri pasien, dan berdampak langsung juga pada kepatuhan pasien keluarga dalam menjalankan aturan dirumah sakit. Saran diperlukan penyediaan ruangan tunggu dan sanksi untuk keluarga pasien yang tidak mengindahkan aturan rumah sakit.
The Effect of Childbirth Planning and Complication Prevention Program Education on the Knowledge and Attitudes of Pregnant Women Kartikaningtias, Chintia; Aini, Luluk Nur; Susanti, Nanik
Jurnal Kesmas Prima Indonesia Vol. 9 No. 2 (2025): July Edition
Publisher : Program Studi Sarjana Kesehatan Masyarakat Universitas Prima Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34012/jkpi.v9i2.7207

Abstract

The high maternal mortality rate (MMR) and infant mortality rate (IMR) are the main drivers for the implementation of the Childbirth Planning and Complication Prevention Program (P4K). The P4K program plays an essential role in helping pregnant women prepare for labor and detect potential complications. The success of this program is highly dependent on the knowledge and attitude of pregnant women towards childbirth planning and the complication prevention program itself. The purpose of this study was to determine the Education of childbirth planning programs and prevention of complications on the knowledge and attitudes of pregnant women. The research design used was a quasi-experiment with a one-group pretest-posttest design. The research was conducted at the Praktik Mandiri Bidan of Parangargo Village, Wagir District, Malang Regency in April 2024. The subjects of this study were all pregnant women who underwent antenatal care examination, a many of 30 people, with a purposive sampling technique. Data collection was done by distributing questionnaires to pregnant women. The intervention was provided in the form of a childbirth planning and complication prevention program to measure the knowledge and attitudes of pregnant women before and after the intervention. Analysis of research data using the Wilcoxon test. The results showed that there was an effect of providing the P4K program on increasing the knowledge and attitudes of pregnant women through the P4K program.
Pemberdayaan Remaja dalam Pencegahan Diabetes Mellitus Tipe 2 melalui Pendekatan Holistik: Integrasi Rima Therapy dan Teh Jahe Merah (Zingiber Officinale Var.Rubrum) Arsa, Putu Sintya Arlinda; Aini, Luluk Nur; Santoso, Bilal Subchan Agus; Fuadiati, Lie Liana
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 11 (2025): Volume 8 No 11 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i11.22949

Abstract

ABSTRAK Diabetes Mellitus Tipe 2 makin banyak menyerang remaja akibat pola makan tidak sehat dan kurang aktivitas fisik. Kasus terus meningkat, termasuk di Malang hingga usia belasan tahun. Remaja Karang Taruna RW 14 masih minim pengetahuan tentang pencegahan DM. Edukasi, posyandu remaja, serta terapi RIMA dan teh jahe merah bisa menjadi solusi sederhana dan efektif. Pemberdayaan Remaja dalam Pencegahan Diabetes Mellitus Tipe 2 melalui Pendekatan Holistik: Integrasi RIMA Therapy dan Teh Jahe Merah (Zingiber officinale var.rubrum. Metode yang dilakukan yaitu penyuluhan dan demonstrasi. Peserta pengabdian masyarakat adalah karang taruna RT 01 RW 14 Dusun Krajan Desa Pakisjajar Kecamatan Pakis Kabupaten Malang Jawa Timur. Alat ukur menggunakan kuesioner pengetahuan Diabetes Mellitus dan Lembar Observasi. 1) Pretest pengetahuan Diabetes Mellitus Tipe 2 pada remaja Karang Taruna RT 01 RW 14 Dusun Krajan Desa Pakisjajar Kecamatan Pakis Kabupaten Malang Jawa Timur didapatkan sebagian besar memiliki pengetahuan kurang sebanyak 7 remaja (46,67%). 2) Setelah diberikan edukasi tentang Diabetes Mellitus Tipe 2 pada remaja, sebagian besar memiliki pengetahuan baik sebanyak 11 remaja (73,33%). 3) Evaluasi demonstrasi RIMA (Relaxation Autogenic, Movement and Affirmation), tidak dilakukan pretest. Pada posttest, tidak ada peserta yang dinilai kurang (0%), 3 remaja dinilai cukup (20%), dan 12 remaja dinilai baik (80%). 4) Evaluasi demonstrasi Pembuatan Teh Jahe Merah, tidak dilakukan pretest. Pada posttest, tidak ada peserta yang dinilai kurang (0%), 1 remaja dinilai cukup (6,67%), dan 14 remaja dinilai baik (93,37%). Kegiatan Pengabdian Masyarakat berjudul “Pemberdayaan Remaja dalam Pencegahan Diabetes Mellitus Tipe 2 melalui Pendekatan Holistik: Integrasi RIMA Therapy dan Teh Jahe Merah” berjalan lancar sesuai rencana, dengan keberhasilan didukung partisipasi aktif peserta. Hal ini terbukti dari peningkatan signifikan hasil pretest dan posttest serta kemampuan redemonstrasi peserta, sehingga dapat disimpulkan kegiatan mencapai hasil yang baik. Kata Kunci: Diabetes Mellitus, Remaja, RIMA, Teh Jahe Merah   ABSTRACT Type 2 diabetes mellitus is increasingly affecting adolescents due to unhealthy diets and lack of physical activity. Cases continue to rise, including in Malang, even among teenagers. Youth from Karang Taruna (Youth Organization) RW 14 still have limited knowledge about diabetes prevention. Education, youth health posts (Posyandu), and RIMA therapy and red ginger tea could be simple and effective solutions. Empowering Adolescents in Preventing Type 2 Diabetes Mellitus through a Holistic Approach: Integration of RIMA Therapy and Red Ginger Tea (Zingiber officinale var.rubrum. The methods used were counseling and demonstrations. The community service participants were youth from RT 01 RW 14, Krajan Hamlet, Pakisjajar Village, Pakis District, Malang Regency, East Java. The measurement tools used were a Diabetes Mellitus knowledge questionnaire and an observation sheet. 1) Pretest of knowledge of Type 2 Diabetes Mellitus in adolescents of Karang Taruna RT 01 RW 14 Dusun Krajan Desa Pakisjajar Kecamatan Pakis Kabupaten Malang East Java found that most of them had poor knowledge as many as 7 adolescents (46.67%). 2) After being given education about Type 2 Diabetes Mellitus in adolescents, most of them had good knowledge as many as 11 adolescents (73.33%). 3) Evaluation of the RIMA (Relaxation Autogenic, Movement and Affirmation) demonstration, no pretest was conducted. In the posttest, no participants were assessed as lacking (0%), 3 adolescents were assessed as sufficient (20%), and 12 adolescents were assessed as good (80%). 4) Evaluation of the Red Ginger Tea Making demonstration, no pretest was conducted. In the posttest, no participants were assessed as lacking (0%), 1 adolescent was assessed as sufficient (6.67%), and 14 adolescents were assessed as good (93.37%). The Community Service activity titled "Empowering Adolescents in Preventing Type 2 Diabetes Mellitus through a Holistic Approach: Integrating RIMA Therapy and Red Ginger Tea" went smoothly as planned, with the success supported by the active participation of participants. This was evident from the significant improvement in pre- and post-test results as well as the participants' redemonstration abilities, thus concluding that the activity achieved good results. Keywords: Diabetes Mellitus, Adolescents, RIMA, Red Ginger Tea
Pengaruh Kombinasi Terapi Nebulizer Dan Guided Imagery Terhadap Penurunan Frekuensi Pernafasan Pada Pasien Asma Di Ruang IGD RS Panti Nirmala Malang Nadifah Rahmawati; Putu Sintya Arlinda Arsa; Luluk Nur Aini; Yohanes Tommy Mandala Raganegara
Jurnal Keperawatan Mandira Cendikia Vol. 2 No. 1 (2023)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jkmc.v2i1.436

Abstract

Terapi yang tepat agar dapat membantu dan mengurangi penderita asma di Indonesia, yaitu dengan terapi komplementer atau nonfarmakologis. Terapi Guided Imagery bisa menurunkan tingkat stres yang dialami dan memberikan dampak penurunan frekuensi pernafasan pada pasien asma.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh kombinasi terapi nebulizer dan guided imagery terhadap penurunan frekuensi pernafasan pada pasien asma di ruang IGD RS Panti Nirmala Malang. Desain penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah Quasy Experimental pada satu kelompok intervensi. Populasi penelitian adalah pasien dengan asma yang sedang mengalami serangan status asmatikus. Besar populasi dalam penelitian ini sebanyak 40 responden. Sampel penelitian 40 perawat dipilih dengan total sampling. Variabel independen dalam penelitian ini adalah Kombinasi terapi nebulizer dan Guided Imagery, sedangkan variabel dependen adalah penurunan frekuensi pernafasan pada pasien asma. Lokasi penelitian di Ruang IGD Rumah Sakit Panti Nirmala Malang. Waktu penelitian mulai 1 Februari sampai 30 Juni 2023. Analisis data menggunakan Uji Spearman Rho. Hasil penelitian menunjukkan bahwa p value = 0,024, 0,024 < 0,05 artinya H1 diterima dan H0 ditolak, artinya ada pengaruh kombinasi terapi nebulizer dan guided imagery terhadap penurunan frekuensi pernafasan pada pasien asma di Ruang IGD RS Panti Nirmala Malang. Pemberian kombinasi terapi nebulizer dan terapi komplementer guided imagery menjadi salah satu alternatif terapi tambahan yang bisa diberikan kepada penderita asma agar mendapatkan derajat kesehatan yang optimal. Kesimpulannya ada pengaruh kombinasi terapi nebulizer dan guided imagery terhadap penurunan frekuensi pernafasan pada pasien asma di Ruang IGD RS Panti Nirmala Malang. Nebulizer memiliki manfaat untuk mengurangi sesak, mengencerkan dahak sehingga penyempitan bronchial berkurang dan menghilang. Saran untuk rumah sakit memodifikasi SOP rumah sakit tentang tata laksana pasien asma nebulizer dikombinasi dengan terapi guided imagery untuk mempercepat penurunan frekuensi pernafasan
Pengetahuan Tentang Triage pada Keluarga Pasien di Ruang IGD RSUD Grati Pasuruan Luluk Nur Aini; Muhammad Sulin
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.542

Abstract

Instalasi Darurat (IGD) berfungsi sebagai gerbang utama untuk invasi pasien darurat. Darurat adalah kondisi klinis di mana pasien membutuhkan bantuan medis segera untuk menyelamatkan nyawa dan kecacatan. Triage seringkali menjadi salah satu tahapan yang membingungkan bagi keluarga, karena keluarga jarang mengerti mengapa pasien diprioritaskan atau tidak segera ditangani sesuai keinginan keluarga pasien. Tujuan penelitian ingin mengetahui tentang gambaran pengetahuan tentang triage pada keluarga pasien di ruang IGD RSUD Grati Kabupaten Pasuruan. Desain menggunakan deskriptif survey. Populasi nya adalah semua keluarga pasien dengan anggota keluarganya dirawat di IGD RSUD Grati Kabupaten Pasuruan mulai tanggal 1 Oktober sampai 30 Oktober 2024 berjumlah 78. Sampel penelitian diambil dengan tehnik consecutive sampling berjumlah 52 pasien. Lokasi penelitian di IGD RSUD Grati Kabupaten Pasuruan dan dilaksanakan pada 23 Desember 2024 sampai 23 Januari 2025. Variabel dalam penelitian ini adalah pengetahuan tentang triage. Analisis data merujuk pada analisis deskriptif. Hasil adalah Sebagian besar pengetahuan keluarga tentang triage di IGD RSUD Grati kurang yakni sejumlah 24 responden (46,2%). Kesimpulan sebagian besar pengetahuan tentang triage pada keluarga pasien yang dirawat di IGD RSUD Grati kurang. Penyebab rendahnya pengetahuan dipengaruhi oleh edukasi kesehatan yang diberikan oleh fasilitas kesehatan kepada keluarga pasien mungkin masih terbatas. Hal ini menyebabkan keluarga yang tidak tahu tentang triage dapat mengalami kecemasan yang tinggi dan memicu penurunan kerja limfosit T CD4, menambah viral load dan berefek kepada kualitas hidup sehingga berpotensi berbahaya.
Perbedaan Skor Keseimbangan Sebelum dan Sesudah Terapi Brandt Darroff pada Penderita Vertigo Chinthia Kartikaningtias; Luluk Nur Aini
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.583

Abstract

Vertigo merupakan sensasi berputar yang dirasakan penderitanya. Sensasi yang merasakan objek disekitarnya bergerak memutar atau bergerak naik turun karena gangguan sistem keseimbangan. Gangguan keseimbangan pada penderita vertigo merupakan gangguan yang sering muncul. Salah satu terapi non-farmakologi yang dapat meningkatkan keseimbangan adalah terapi brandt daroff. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Pre-Experiment dengan bentuk One-Group Pre-Test-Post-Test. Penelitian ini dilakukan di Poli Syaraf RS Prima Husada Malang. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 38 orang yang diperoleh melalui teknik pengambilan sampel dengan Total Sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui lembar kuesioner dan lembar tes Clinical Test of Sensory Interaction on Balance yang dianalisis melalui Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil perhitungan uji tersebut menunjukkan bahwa nilai probabilitas (Sig = 0.000 < 0,05), sehingga ada perbedaan sebelum dan sesudah terapi. Kesimpulan dari penelitian ini adalah ada pengaruh terapi fisik brandt daroff terhadap skor keseimbangan penderita vertigo. Penelitian ini pada dasarnya menunjukkan temuan bahwa ada peningkatan skor keseimbangan setelah 38 responden melakukan terapi fisik brandt daroff di rumah masing-masing dengan nilai yang cukup signifikan. Hal itu diketahui dari perbandingan nilai skor kesimbangan sebelum dan sesudah terapi. Rumah sakit disarankan agar menjadikan terapi brandt daroff sebagai salah satu terapi non-farmakologi pada penderita vertigo.