Ketahanan pangan merupakan isu strategis nasional yang memerlukan dukungan kebijakan dan inovasi teknologi pertanian. Salah satu upaya yang ditempuh pemerintah adalah Program Perluasan Areal Tanam (PAT) melalui bantuan pompanisasi untuk lahan sawah tadah hujan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis respon petani terhadap bantuan pompanisasi Program PAT di Kecamatan Lappariaja, yang meliputi tingkat pemanfaatan, kepuasan, kemudahan penggunaan, manfaat, dan penerimaan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan 145 responden, ditentukan menggunakan rumus Slovin, dan data dianalisis dengan skala Likert. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai indeks keseluruhan sebesar 90,9% dengan kategori sangat baik. Dimensi penerimaan (94%), kepuasan (93%), dan manfaat (92%) menjadi yang tertinggi, sedangkan kemudahan penggunaan (87%) relatif lebih rendah karena keterbatasan pemahaman teknis perawatan pompa (82%) yang menjadi bottleneck utama. Secara umum, program dianggap efektif meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan petani. Secara kebijakan, diperlukan penguatan pelatihan perawatan, kelembagaan pengguna pompa, serta dukungan pembiayaan operasional dan teknis berkelanjutan agar keberlanjutan program terjamin dan dapat direplikasi di wilayah tadah hujan lainnya.
Copyrights © 2026