Fenomena keterampilan sosial pada masa kini menjadi salah satu tantangan bidang pendidikan ditengah arus perkembangan zaman. Keterampilan sosial yang minim bagi peserta didik dapat menimbulkan permasalahan seperti krisis moral dan perundungan yang berujung hilangnya jati diri karakter bangsa. Internalisasi nilai-nilai kearifan lokal melalui pembelajaran di sekolah menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan keterampilan sosial peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi makna filosofi yang terkandung dalam tradisi Kirim Dawuhan sebagai cara meningkatkan keterampilan sosial peserta didik. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah kualitatif dengan jenis deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara dengan 10 subjek sebagai informan, dan dokumentasi. Penelitian ini menggunakan teknik analisis data dari Miles dan Huberman melalui tahap kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan tradisi Kirim Dawuhan mengandung elemen keterampilan sosial meliputi nilai gotong royong, nilai toleransi, nilai musyawarah mufakat, dan nilai peduli sosial. Internalisasi nilai-nilai kearifan lokal pada tradisi tersebut dapat dilakukan melalui pembelajaran IPS berbasis kearifan lokal daerah dan festival budaya di sekolah. Kedua kegiatan tersebut dapat meningkatkan keterampilan sosial terutama dibidang pendidikan, sehingga menjadi strategi yang tepat dalam meminimalisir dampak negatif globalisasi dan melestarikan tradisi Kirim Dawuhan di Kabupaten Blitar agar tidak punah.
Copyrights © 2026