Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis transformasi makna khayra ummah dalam Q.S. Ali 'Imran ayat 110 melalui pendekatan semantik Toshihiko Izutsu serta merekonstruksi konsep tersebut sebagai identitas kolektif Muslim. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif berbasis studi kepustakaan (library research), dengan mengaplikasikan pisau analisis semantik Izutsu secara komprehensif terhadap literatur tafsir dan kebahasaan yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa khayra ummah tidak bersifat statis, melainkan merupakan konsep dinamis yang terbentuk melalui relasi dengan konsep iman, amar ma’ruf, dan nahy munkar. Ketiga unsur ini menjadi fondasi utama dalam membentuk identitas umat terbaik yang bersifat performatif dan kondisional. Analisis juga menunjukkan bahwa makna khayra ummah berkembang secara historis dari konteks komunitas awal Islam menuju pemaknaan yang lebih luas dalam tata kehidupan sosial umat Muslim dewasa ini. Kesimpulannya, konsep khayra ummah dalam Al-Qur’an merepresentasikan Weltanschauung yang menekankan peran aktif umat dalam mewujudkan nilai-nilai etis dan sosial, sehingga berfungsi sebagai landasan konstruksi identitas kolektif yang sangat relevan untuk konteks kontemporer.
Copyrights © 2026