Istilah umm dan wālidah dalam Al-Qur’an umumnya diterjemahkan dengan makna yang sama, yaitu “ibu”. Namun, keduanya memiliki perbedaan makna, fungsi, dan konteks penggunaan yang berpotensi mempengaruhi pemahaman terhadap pesan Al-Qur’an. Penelitia ini bertujuan menganalisis makna istilah umm dan wālidah dalam Al-Qur’an melalui pendekatan semantik Toshihiko Izutsu berdasarkan data yang diperoleh dari kitab tafsir dan kamus bahasa Arab. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa istilah umm di dalam Al-Qur’an mempunyai makna yang lebih luas karena tidak hanya merujuk pada ibu, tetapi juga bermakna asal, sumber, pusat, induk, serta tempat kembali. Sedangkan istilah wālidah mempunyai makna yang lebih spesifik yaitu merujuk pada ibu biologis. Istilah umm dan wālidah mempunyai medan makna dan fungsi semantik yang berbeda di dalam Al-Qur’an. Penelitian ini berkontribusi dalam memperkaya kajian semantik Al-Qur’an, khususnya terkait dengan analisis perbedaan makna kosakata yang diterjemahkan penggunaannya secara serupa melalui pendekatan semantik Toshihiko Izutsu. Implikasi penelitian ini menunjukkan pentingnya memahami istilah-istilah Al-Qur’an berdasarkan konteks sehingga makna yang terkandung di dalamnya dapat dipahami secara lebih komprehensif.
Copyrights © 2026