Rendahnya literasi matematika siswa khususnya dalam memahami konsep, merumuskan persoalan, dan menafsirkan solusi dalam konteks nyata masih menjadi persoalan yang perlu ditangani dalam proses pembelajaran matematika. Eksperimen ini bertujuan mengukur sejauhmana kecakapan literasi matematika peserta didik yang mengikuti pembelajaran langsung, dibandingkan peserta didik yang diajar menggunakan model Problem-Based Learning berpendekataan Realistic Mathematics Education (PBLāRME), serta menilai efektivitas model tersebut. Penelitian ini menerapkan pendekatan kuantitatif dengan desain kuasi-eksperimen. Populasi penelitian terdiri dari siswa kelas VIII SMP Negeri 3 Pattallassang, di mana kelas VIII.1 berperan sebagai kelompok eksperimen dan kelas VIII.4 sebagai kelompok kontrol. Data dikumpulkan melalui tes literasi matematika yang menilai kemampuan merumuskan masalah, mengaplikasikan konsep, serta menafsirkan hasil, kemudian dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan uji inferensial, termasuk uji normalitas, homogenitas, dan independent samples t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata posttest kelompok eksperimen (M = 73,83, kategori tinggi) lebih tinggi secara signifikan dibandingkan kelompok kontrol (M = 54,3, kategori sedang), dengan nilai signifikansi 0,000 yang mengonfirmasi adanya perbedaan signifikan.
Copyrights © 2026