Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

ANALISIS PEMAHAMAN KONSEP ALJABAR PADA MATA KULIAH ALJABAR LINEAR ELEMENTER Adila Mufidah; Sri Sulasteri; Ahmad Farham Majid; Lisnasari Andi Mattoliang
Al Asma: Journal of Islamic Education Vol 1 No 1 (2019): MAY
Publisher : Faculty of Tarbiyah and Teacher Training

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/asma.v1i1.11247

Abstract

AbstrakArtikel ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan pemahaman konsep mahasiswa berdasarkan indikator pemahaman matematis pada mata kuliah aljabar linear elementer materi ruang vektor, sub ruang vektor, dan vektor Euclidean. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Subjek penelitian meliputi mahasiswa jurusan pendidikan matematika fakultas tarbiyah dan keguruan UIN Alauddin Makassar angkatan 2016 yang diduga mengalami kesulitan dalam memahami konsep pada mata kuliah aljabar linear elementer. Instrumen penelitian yang digunakan adalah tes diagnostik dan wawancara. Teknik analisis data yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan pemahaman mahasiswa jurusan pendidikan matematika UIN Alauddin Makassar angkatan 2016 dalam menyelesaikan soal aljabar linear elementer ditinjau dari indikator kemampuan pemahaman matematis, mahasiswa tergolong cukup mampu pada indikator: (1) pemahaman mampu menyatakan ulang sebuah konsep, (2) menyajikan konsep dalam berbagai bentuk representasi matematika, (3) menggunakan, memanfaatkan dan memilih prosedur tertentu, dan (4) mengaplikasikan konsep/algoritma ke pemecahan masalah. Namun, mahasiswa tergolong tidak mampu pada indikator kemampuan memberi contoh dan bukan contoh. Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi pemahaman konsep mahasiswa pendidikan matematika UIN Alauddin Makassar angkatan 2016 pada mata kuliah Aljabar Linear Elementer dalam konsep ruang vektor, sub ruang vektor, dan ruang vektor Euclidean, yaitu faktor internal: kurangnya minat belajar, kurang fokus dalam belajar, motivasi belajar rendah, konsentrasi belajar rendah, kemampuan mengingat rendah, dan kurang rasa percaya diri. Faktor eksternal, yaitu mahasiswa kurang memahami maksud soal, mahasiswa lupa konsep aksioma, mahasiswa tidak tahu konsep aksioma, penggunaan gadget selama proses pembelajaran, dosen kurang memperhatikan mahasiswa selama proses pembelajaran, dan tidak adanya buku pegangan mahasiswa. AbstractThis article aims to determine the ability to understand student concepts based on indicators of mathematical understanding in elementary linear algebra courses in vector space, sub vector spaces, and euclidean vectors. This research used desciptive qualitative approach. Research subjects included students majoring in mathematics education at the tarbiyah faculty and the UIN Alauddin Makassar class of 2016 who were suspected of having difficulty understanding concepts in linear elementary algebra courses. The research instruments used were diagnostic tests and interviews. Data analysis techniques are data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results showed that the understanding ability of students majoring in mathematics education at UIN Alauddin Makassar class of 2016 in solving linear elementary algebra in terms of indicators of mathematical understanding ability, students classified as quite capable of indicators: (1) understanding is able to restate a concept, (2) present the concept in various forms of mathematical representation, (3) using, utilizing and choosing certain procedures, and (4) applying concepts / algorithms to problem solving. However, students are classified as not capable of the ability to set examples and not examples. The factors that influence the understanding of the concept of mathematics education student UIN Alauddin Makassar class of 2016 in the Linear Elementary Algebra in the concept of vector space, sub vector space, and Euclidean vector space, namely internal factors: lack of interest in learning, lack of focus in learning, motivation low learning, low concentration of learning, low ability to remember, and lack of confidence. External factors, namely students do not understand the purpose of the problem, students forget the concept of axioms, students do not know the concept of axioms, the use of gadgets during the learning process, lecturers pay less attention to students during the learning process, and the absence of student handbooks.
PERBANDINGAN KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIS SISWA YANG MENGGUNAKAN METODE SILIH TANYA BERBANTUAN KARTU MODEL DAN METODE MAKE A MATCH Ahmad Farham Majid; Ismail Ismail; Mardhiah Mardhiah; Fitriani Nur
Al Asma: Journal of Islamic Education Vol 2 No 1 (2020): MAY
Publisher : Faculty of Tarbiyah and Teacher Training

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/asma.v2i1.12429

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan komunikasi matematis siswa yang menggunakan metode silih tanya berbantuan kartu model dan metode make a match. Jenis penelitian ini adalah quasi eksperimen dengan desain penelitian non equivalent pretest-posttest control group design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII SMPN 4 Sungguminasa Kab. Gowa berjumlah 351 siswa dan total sampel berjumlah 64 siswa dengan teknik pengambilan sampel purposive sampling. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes yang terdiri dari pretest dan posttest dan non tes berupa lembar observasi. Berdasarkan hasil analisis data nilai siswa menggunakan statistik deskriptif rata-rata nilai kemampuan komunikasi matematis siswa yang diajar menggunakan metode silih tanya berbantuan kartu model adalah 86,84 dengan kategori sedang dan yang diajar menggunakan metode make a match adalah 77,78 dengan kategori sedang. Berdasarkan analisis statistik inferensial bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara kemampuan komunikasi matematis siswa yang menggunakan metode silih tanya berbantuan kartu model dengan yang menggunakan metode make a match pada kelas VII SMPN 4 Sungguminasa Kab. Gowa. AbstractThis study aims to determine the mathematical communication ability of students who use card-assisted questions method and make a match method. This type of research is a quasi-experimental research with nonequivalent pretest-posttest control group design. The population in this study were all VII grade students of SMPN 4 Sungguminasa, Gowa Regency with 351 students and a total sample of 64 students with purposive sampling techniques. The instrument used in this study was a test consisting of pre-test and post-test and non-test that is observation sheet. Based on the data analysis results that average the value of students’ mathematical communication skills who were taught using the card-assisted questions was 86.84 in the medium category and those who taught using make a match method were 77.78 in the medium category. The results of inferential statistical analysis that there is a significant difference between the mathematical communication abilities of students who use card-assisted questions and using the make a match method in class VII of SMPN 4 Sungguminasa, Gowa Regency.
ANALISIS BUTIR SOAL UJIAN AKHIR SEKOLAH Sitti Mania; Fitriani Fitriani; Ahmad Farham Majid; Nidya Nina Ichiana; Andi Ika Prasasti Abrar
Al Asma: Journal of Islamic Education Vol 2 No 2 (2020): NOVEMBER
Publisher : Faculty of Tarbiyah and Teacher Training

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/asma.v2i2.16569

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas butir soal Ujian Akhir Sekolah (UAS) mata pelajaran matematika. Bentuk penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif kuantitatif. Penelitian ini bersifat evaluasi yang melibatkan 159 siswa SMAN 1 Pitumpanua. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah pengumpulan data melalui teknik dokumentasi. Analisis terhadap data butir soal dilakukan dengan menggunakan program Anates. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 15% soal pada kategori baik, 67% soal pada kategori cukup baik, dan 18% soal pada kategori tidak baik. Sehingga dapat disimpulkan bahwa butir-butir soal tersebut sudah layak untuk digunakan dalam ujian akhir sekolah. Manfaat yang dapat diperoleh dari hasil penelitian ini adalah sebaiknya senantiasa menyiapkan soal cadangan untuk menggantikan soal dengan kategori tidak baik, revisi dapat dilakukan terhadap soal dengan kategori cukup baik untuk selanjutnya dapat digunakan kembali, dan soal dengan kategori baik dapat dimasukkan ke bank soal. AbstractThis study aims to determine the quality of the school final exam questions in mathematics. The research form used in this study is descriptive quantitative research. This research is an evaluation that involves 159 students of SMAN 1 Pitumpanua. The instrument used in this study was data collection through documentation techniques. Analysis of the item data was carried out using the Anates program. The results showed that 15% of the questions were in the good category, 67% of the questions were in the good enough category, and 18% of the questions were in the bad category. So it can be concluded that the items are suitable for use in the final school exam. The benefits that can be obtained from the results of this study are that it is better to always prepare reserve questions to replace the questions with a bad category, revisions can be made to the questions with a good enough category to be reused later, and the questions with a good category can be entered into the question bank.
HASIL BELAJAR MATEMATIKA MELALUI METODE POLYA Ismawati Ismawati; Andi Ika Prasasti Abrar; Fitriani Nur; Yusuf Tahir; Ahmad Farham Majid
Al Asma: Journal of Islamic Education Vol 3 No 1 (2021): MAY
Publisher : Faculty of Tarbiyah and Teacher Training

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/asma.v3i1.19100

Abstract

AbstrakTujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan hasil belajar matematika peserta didik yang diajar menggunakan Metode Polya berbantuan soal cerita dengan tanpa berbantuan soal cerita. Penelitian ini merupakan jenis penelitian experimen semu (Quasi Experimental Design) dengan desain penelitian Non Equivalent Control Group Design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh peserta didik kelas VIII MTs Negeri Sinjai Utara yang berjumlah 152 peserta didik dengan sampel penelitian berjumlah 61 peserta didik yang berasal dari dua kelas yaitu VIIID dan VIIIC. Pengambilan sampel yang digunakan yaitu teknik Simple Random Sampling. Instrumen yang digunakan berupa tes terdiri dari Pretest dan Posttest. Selanjutnya dianalisis dengan menggunakan statistik deskriptif dan statistik inferensial. Berdasarkan hasil analisis deskriptif diperoleh, nilai rata-rata pretest sebesar 50,77 dan posttest 67,20 dengan peningkatan sebesar 16,43 pada peserta didik yang diajar menggunakan Metode Polya tanpa berbantuan soal cerita. Nilai rata-rata pretest diperoleh 48,97 dan rata-rata posttest sebesar 69,29 dengan peningkatan sebesar 20,32 pada peserta didik yang diajar menggunakan Metode Polya berbantuan soal cerita. Hasil analisis inferensial diperoleh nilai signifikan = 0,318. Sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat perbedaan rata-rata hasil belajar matematika antara peserta didik yang belajar menggunakan Metode Polya dalam menyelesaikan soal matematika berbantuan soal cerita dengan peserta didik yang belajar menggunakan Metode Polya tanpa berbantuan soal cerita. Hal ini disebabkan karena pada dasarnya Metode Polya memiliki banyak kesamaan dengan metode pemecahan masalah yang lain, yakni mempunyai karakteristik dan sintaks yang menunjang agar pemecahan masalah dari peserta didik dapat meningkat. AbstractThe purpose of this study was to see whether there were differences in the mathematics learning outcomes of students who used the Polya Method assisted with story problems or without assisted story problems. This research is a quasi-experimental research type (Quasi-Experimental Design) with a non-equivalent control group research design. The population in this study were all class VIII MTs Negeri Sinjai Utara students with 152 students with 61 students as research sample of who came from two classes, namely VIIID and VIIIC. The sampling used was simple random sampling technique. The instrument used was a test consisting of a pretest and posttest. It was then analyzed using descriptive statistics and inferential statistics. Based on the results of the descriptive analysis obtained, the pretest mean score was 50.77 and posttest 67.20, with an increase of 16.43 for students who were taught using the Polya Method without the help of story questions. The average pretest score was 48.97, and the posttest average was 69.29, with an increase of 20.32 for students who were taught using the story-assisted Polya Method. The results of inferential analysis obtained a significant value = 0.318. So it can be denied that there is no difference in the average student learning outcomes between students who learn to use the Polya method in solving math problems assisted by story problems and students who learn to use the pattern method without the help of story problems. Basically, this is because the Polya Method has many similarities with other problem-solving methods, which have characteristics and syntax that support students' problem-solving.
PERBANDINGAN STRATEGI INQUIRI DAN STRATEGI EKSPOSITORI TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA Nurlinda Nurdin; Ilyas Ilyas; Nur Khalisah Latuconsina; Ahmad Farham Majid; Muhammad Rusydi Rasyid
Al Asma: Journal of Islamic Education Vol 3 No 2 (2021): NOVEMBER
Publisher : Faculty of Tarbiyah and Teacher Training

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/asma.v3i2.24697

Abstract

AbstrakTujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan hasil belajar matematika siswa yang diajar menggunakan strategi inquiri dan strategi ekspositori. Penelitian ini merupakan jenis penelitian Quasi Experimental dengan desain penelitian Pretest-Posttest Group Design. Populasi penelitian ini adalah seluruh peserta didik kelas VIII SMP Negeri 26 kota Makassar yang berjumlah 277 siswa. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah teknik multiple random sampling. Instrumen yang digunakan untuk mengetahui hasil belajar siswa berupa tes essai sebanyak 5 item soal. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis statistik deskriptif dan analisis statistik inferensial dengan uji sampel t-test. Berdasarkan hasil analisis deskriptif diperoleh kesimpulan bahwa hasil belajar siswa yang menggunakan strategi inquiri lebih baik dibanding dengan hasil belajar yang menggunakan strategi ekspositori. Sedangkan berdasarkan hasil analisis inferensial menggunakan uji sampel t-test menunjukkan bahwa ada perbedaan signifikan antara strategi inquiri dan strategi ekspositori terhadap hasil belajar matematika siswa kelas VIII SMP Negeri 26 kota Makassar. Berdasarkan pengamatan peneliti pada hasil belajar strategi inquiri, siswa lebih aktif dan berusaha mencari solusi dari setiap masalah melalui interaksi dengan teman kelompoknya. Guru berperan sebagai fasilitator dan motivator dalam proses belajar mengajar. Sedangkan pada strategi ekspositori, keterlibatan siswa dalam proses belajar mengajar tidak terlalu nampak. Peran guru sangat dominan karena harus menjelaskan materi pelajaran. AbstractThe purpose of this study was to determine the differences in students' mathematics learning outcomes who were taught using an inquiry strategy and an expository strategy. This research is a Quasi Experimental type of research with a Pretest-Posttest Group Design research design. The population of this study were all students of class VIII SMP Negeri 26 Makassar, which amounted to 277 students. The sampling technique used is the multiple random sampling technique. The instrument used to determine student learning outcomes is in the form of an essay test of 5 items. The data analysis technique used is descriptive statistical analysis and inferential statistical analysis with sample t-test. Based on the results of the descriptive analysis, it was concluded that student learning outcomes using the inquiry strategy were better than those using the expository strategy. Meanwhile, based on the results of inferential analysis using the sample t-test, it shows that there is a significant difference between the inquiry strategy and the expository strategy on the mathematics learning outcomes of eighth grade students of SMP Negeri 26 Makassar. Based on the researcher's observations on the learning outcomes of the inquiry strategy, students were more active and tried to find solutions to each problem through interaction with their group mates. The teacher acts as a facilitator and motivator in the teaching and learning process. While in the expository strategy, student involvement in the teaching and learning process is not very visible. The teacher's role is very dominant because they have to explain the subject matter.
Analisis Butir Soal Ujian Akhir Sekolah (UAS) Mata Pelajaran Matematika Karmila Amiruddin; Sitti Mania; Nidya Nina Ichiana; Ahmad Farham Majid
Alauddin Journal of Mathematics Education Vol 2 No 2 (2020): NOVEMBER
Publisher : Department of Mathematics Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/ajme.v2i2.17364

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kualitas butir soal ujian akhir sekolah mata pelajaran matematika ditinjau dari tiga karakteristik yaitu tingkat kesukaran, daya pembeda, dan keefektifan pengecoh. Subjek penelitian ini adalah siswa MTs.S Guppi Bontolangkasa Kecamatan Minasatene Kabupaten Pangkep. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif kuantitatif. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini berupa dokumentasi dan analisis data menggunakan program ANATES 4.0.9. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa 40 butir soal pilihan ganda ujian akhir sekolah mata pelajaran matematika dari segi tingkat kesukaran termasuk dalam kategori mudah yaitu terdapat 28 butir (70%) mudah, 7 butir (17,5%) sedang, dan 5 butir (12,5%) sukar. Dari segi daya pembedanya termasuk dalam kategori kurang baik dengan rincian 2 butir (5%) diterima, 10 butir (25%) diperbaiki, dan 28 butir (70%) ditolak. Begitu pun dari segi efektivitas opsinya yang berada pada kategori kurang baik yaitu 7 butir (17,5%) tidak baik, 12 butir (30%) kurang baik, 9 butir (22,5%) baik, dan 12 butir (30%) sangat baik. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa soal yang digunakan pada ujian akhir sekolah mata pelajaran matematika termasuk soal yang memiliki kualitas yang tidak baik karena butir-butir soal tersebut tidak memenuhi dua atau lebih dari ketiga karakteristik soal berkualitas baik. Implikasi dari penelitian ini adalah soal yang kurang baik sebaiknya diganti dengan soal yang baru, soal yang kurang baik perlu direvisi untuk dapat digunakan kembali dan soal yang baik dapat dimasukkan ke bank soal.
Pengaruh Minat dan Kemandirian Belajar Terhadap Hasil Belajar Matematika Peserta Didik Muslim Muslim; Ulfiani Rahman; Ridwan Idris; Ahmad Farham Majid; Sri Sulasteri
Alauddin Journal of Mathematics Education Vol 3 No 1 (2021): MAY
Publisher : Department of Mathematics Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/ajme.v3i1.19256

Abstract

Penelitian ini membahas mengenai dampak/pengaruh dari minat dan kemandirian peserta didik dalam belajar terhadap hasil belajar mereka. Penelitian ini termasuk penelitian kuantitatif dengan pendekatan ex post facto. Penentuan populasi menggunakan teknik sampling jenuh dan mengambil peserta didik kelas VIII yang berjumlah 96 orang sebagai populasi penelitian. Pelaksanaan penelitian dilakukan di SMP Negeri 1 Tombolo Pao dengan penggunaan instrumen berupa skala minat belajar, skala kemandirian, serta lembar dokumentasi. Data dianalisis secara statistik deskriptif dan inferensial (regresi ganda). Hasil analisis untuk minat dalam belajar dominan masuk dalam kategori tinggi. Pada kemandirian belajar dominan hasilnya masuk dalam kategori yang juga tinggi. Hasil belajar peserta didik dominan masuk dalam kategori yang sedang. Secara statistik inferensial hasilnya menunjukkan bahwa minat dan kemandirian dalam belajar berdampak yang bagus terhadap hasil belajar peserta didik dengan koefisien determinasinya sebesar 48.1%.
Peningkatan Hasil Belajar Melalui Teknik Mnemonic pada Pembelajaran Matematika Halwiah Halwiah; Mardhiah Mardhiah; Ahmad Farham Majid; Andi Dian Angriani; Baharuddin Abbas
Alauddin Journal of Mathematics Education Vol 3 No 2 (2021): NOVEMBER
Publisher : Department of Mathematics Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/ajme.v3i2.24743

Abstract

Tujuan penelitian ini ialah untuk mengetahui peningkatan hasil belajar matematika melalui teknik mnemonic. Penelitian ini termasuk penelitian tindakan kelas (PTK) yang berlangsung selama dua siklus. Siswa kelas VIIA MTs Muhammadiyah Syuhada Kota Makassar merupakan subjek penelitian ini. Tes hasil belajar dan pedoman observasi merupakan instrumen yang digunakan dalam penelitian ini. Analisis deskriptif merupakan teknik analisis data yang digunakan pada penelitian ini. Hasil analisis deskriptif menunjukkan peningkatan sebanyak 1,45 yaitu dengan nilai rata-rata hasil belajar matematika setelah penerapan teknik mnemonic pada siklus I adalah 74,55 dan pada siklus II adalah 76. Ketuntasan hasil belajar juga mengalami peningkatan sebesar 10,70%, ketuntasan pada siklus I sebesar 71,40% dan pada siklus II sebesar 82,10%. Dapat disimpulkan bahwa teknik mnemonic mampu meningkatkan daya ingat siswa dalam belajar sehingga materi yang telah diperoleh sebelumnya tidak mudah dilupakan.
PROBLEM-BASED LEARNING WITH A SCIENTIFIC APPROACH AS A SOLUTION TO DEVELOP STUDENTS' MATHEMATICS LEARNING OUTCOMES A. Riska Atika; Ridwan Idris; Andi Ika Prasasti Abrar; Ahmad Farham Majid
MaPan : Jurnal Matematika dan Pembelajaran Vol 8 No 1 (2020): JUNE
Publisher : Department of Mathematics Education Faculty of Tarbiyah and Teacher Training Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (174.199 KB) | DOI: 10.24252/mapan.2020v8n1a4

Abstract

Abstract:This study aims to understand the influence of the problem-based learning model with a scientific approach to grade VIII students' mathematics learning  outcomes at SMP Negeri 1 Sungguminasa. This research uses a quasi-experimental method with a non-equivalent control group design. This research collected its research data through the distribution of observation sheets and learning achievement tests. Based on the descriptive statistical analysis results that the average value of student learning outcomes by using the problem-based learning model is 78.7, and the standard deviation is 7.21, while the average value of student learning outcomes without the problem-based learning model treatment is 72.19, and the standard deviation is 7.01. The results of the inferential analysis indicate the significant value (2-tailed) of 0.003 < 0.05, signifying a rejected H0. For that reason, this research concludes that there is a significant difference in grade VIII students' mathematics learning outcomes at SMP Negeri 1 Sungguminasa when the problem-based learning model with a scientific approach is implemented.Abstrak:Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaraan berbasis masalah dengan pendekatan saintifik terhadap hasil belajar matematika siswa kelas VIII  SMP Negeri 1 Sungguminasa. Jenis penelitian yang digunakan adalah quasi eksperimen dengan desain penelitian non equivalent control group design. Instrumen yang digunakan adalah lembar observasi dan tes hasil belajar. Berdasarkan hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa nilai rata-rata hasil belajar siswa menggunakan model problem based learning adalah sebesar 78,7 dan standar deviasinya 7,21, sedangkan rata-rata hasil belajar siswa yang tidak menggunakan model problem based learning adalah 72,19 dan standar deviasinya 7,01.  Hasil analisis inferensial menunjukkan nilai signifikan (2-tailed) sebesar 0,003 < 0,05, yang berarti H0 ditolak. Oleh karena itu, apat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan dalam hasil belajar matematika siswa kelas VIII di SMP Negeri 1 Sungguminasa ketika menerapkan model pembelajaran berbasis masalah dengan pendekatan saintifik.
THE DEVELOPMENT OF PROJECT-BASED LEARNING TOOLS IN GEOMETRIC MATERIAL Baharuddin Abbas; Ayu Rahyuni Ali; Sri Sulasteri; Ahmad Farham Majid; Yuspiani Yuspiani
MaPan : Jurnal Matematika dan Pembelajaran Vol 8 No 2 (2020): DECEMBER
Publisher : Department of Mathematics Education Faculty of Tarbiyah and Teacher Training Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/mapan.2020v8n2a7

Abstract

The research discusses about project-based on learning tools development in geometric material at class IX MtsN Gowa. This research aims to know the process of the project-based learning tools development which fulfills valid, practical, and effective criteria. The research is Research and Development (R&D) which uses the development model of ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation). The development procedure contains 5 steps are: (1) Analysis, (2) Design, (3) Development, (4) Implementation, and (5) Evaluation. The subject of the research is the students at class IX MTsN Gowa which is in one class, the instruments of the research are the validation sheet, the learning outcome test, student and teacher response questionnaire, observation sheet of the learning process, observation sheet of student activity, and observation sheet of learning management. Based on the result of trials obtained that: (1) RPP 3.24 result of validation learning instrument, 3.41 textbooks, and LKPD 3.26 in each value which obtained in the valid category. (2) Practical based on observation result of learning tools practice with an average of 1.97 is in a fully implemented category, teacher response to textbooks and LKPD gave 100% positive response, the student gave 88.2% positive responses to the textbooks and while LKPD got 82.3% positive responses. (3) Effective based on the result of observation management learning got an average of 3.80 with a very good category, student activity in the very good category with an average of 80.56%, the learning outcome test got an average of 83.82 from 100 maximum scores. In conclusion that learning tools that have been tested fill-up the criteria of valid, practical, and effective.