Provinsi Bengkulu berada pada zona subduksi Sumatra yang aktif secara seismik, sehingga masyarakatnya rentan terhadap ancaman gempa bumi dan tsunami. Masyarakat Desa Sido Urip, Kecamatan Arma Jaya, Kabupaten Bengkulu Utara, masih memiliki keterbatasan pemahaman mengenai mekanisme gempa, potensi tsunami, dan langkah mitigasi sederhana. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dasar dan kesadaran mitigasi bencana melalui sosialisasi tatap muka dan diskusi interaktif. Metode pelaksanaan meliputi penyampaian materi berbasis kajian seismotektonik Bengkulu, penyuluhan di balai desa, sesi tanya jawab, serta evaluasi kualitatif melalui observasi partisipasi peserta. Kegiatan dilaksanakan pada 14 Juli 2025 dengan melibatkan 40 peserta dari kalangan perangkat desa, masyarakat umum, dan mahasiswa KKN. Hasil menunjukkan antusiasme tinggi yang tercermin dari banyaknya pertanyaan kontekstual dan komitmen peserta untuk menyebarluaskan informasi kepada keluarga dan tetangga. Kegiatan ini mengindikasikan bahwa sosialisasi berbasis dialog efektif sebagai langkah awal pembentukan budaya sadar bencana di tingkat desa, meskipun pengukuran kuantitatif dan program lanjutan yang lebih sistematis masih diperlukan.
Copyrights © 2026