Penelitian ini mengeksplorasi fenomena patologi akademik melalui analisis pola interaksi sosial di lingkungan perguruan tinggi. Menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologis, studi ini bertujuan mengidentifikasi bentuk-bentuk perilaku maladaptif dalam struktur birokrasi dan relasi kuasa yang menghambat iklim akademik. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam terhadap dosen dan mahasiswa di universitas. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa penyalahgunaan otoritas, konflik interpersonal terselubung, dan kakuya hierarki birokrasi menjadi faktor utama pemicu stres serta penurunan kesejahteraan psikologis warga kampus. Temuan ini menegaskan bahwa patologi akademik bukan sekadar masalah individu, melainkan isu sistemik yang memerlukan intervensi strategis. Implikasi penelitian menunjukkan perlunya revitalisasi peran bimbingan konseling melalui model konseling ekosistemik. Praktisi konselor pendidikan diharapkan tidak hanya fokus pada pemulihan mental individu, tetapi juga berperan sebagai mediator dan advokat dalam memperbaiki dinamika organisasi. Penelitian ini memberikan kontribusi teoritis bagi pengembangan literatur bimbingan konseling di level pendidikan tinggi.
Copyrights © 2026