Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya peran guru PAI di sekolah dalam membentuk karakter religius bagi peserta didik di mana seorang guru tidak hanya menyampaikan materi saja namun mengaplikasikan dalam bentuk pembiasaan kegiatan religi yang dapat menarik perhatian peserta didik untuk melaksanakannya. Dengan mengacu pada semboyan pendidikan Indonesia "Ing Ngarso Sung Tuladho, Ing Madya Mangun Karso, Tut Wuri Handayani," penekanan diberikan pada pentingnya peran guru sebagai teladan, motivator, dan pendukung dalam proses pendidikan karakter. Karakter religius di sekolah terbentuk dari budaya religius yang berakar pada praktik sehari-hari, seperti sholat berjamaah dan sholat dhuha, tahfidz Al-Qur’an dan muroja’ah, dan kegiatan perayaan hari besar Islam (PHBI). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan metode studi kasus, melibatkan kepala sekolah, guru, wali murid, dan Peserta didik untuk menggali bagaimana budaya religius diinternalisasi di kalangan siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembiasaan kegiatan religius tidak hanya mengajarkan pengetahuan agama, tetapi juga membentuk karakter peserta didik. Guru PAI berperan multifungsi sebagai pengajar, pendidik, pembimbing, motivator, dan evaluator, sehingga mampu menginspirasi peserta didik dalam menerapkan nilai-nilai agama. Artikel ini menekankan pentingnya pendidikan karakter yang berlandaskan pada nilai-nilai agama, terutama di tengah tantangan globalisasi dan perubahan budaya yang cepat.
Copyrights © 2026