Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Membudayakan Praktik Jual-Beli Sejak Dini dalam Upaya Membentuk Jiwa Kewirausahaan Santri di Dayah Tradisional Aceh Karuni Humairah Arta; Adelfa Yuriansa
Indonesian Journal of Teaching and Teacher Education Volume 3, No 1 (2023) January - June
Publisher : Pencerah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58835/ijtte.v3i1.181

Abstract

This article discusses the importance of introducing students to buying and selling practices in traditional Acehnese dayah at an early age in order to foster their entrepreneurial spirit. The significance of developing the entrepreneurial spirit of students in traditional Acehnese Islamic boarding schools as a means of enhancing future economic security. The research methodology then employs a descriptive-qualitative approach and the technique of purposive sampling. The findings indicate that entrepreneurship in dayah contributes significantly to the spiritual, academic, and social development of students. Buying and selling is an integral part of the curriculum and daily routine at the Islamic boarding school, allowing students to develop entrepreneurial skills and a competitive mindset. In addition, the practice of buying and selling helps students comprehend ethical principles and business responsibilities. This practice also strengthens the dayah's role as a center for entrepreneurship education, where students can develop business ideas, share knowledge, and work together to overcome obstacles. In conclusion, the practice of buying and selling at an Early childhood child in traditional Acehnese dayah has the potential to increase the entrepreneurial spirit of santri and encourage their participation in community development and regional economic growth. Implementing this practice in traditional Acehnese dayah is an important step in preparing students to face future challenges in the business world with greater preparedness.
PENERAPAN MITIGASI RISIKO DALAM PENGAMBILAN KEPUTUSAN UNTUK PEMILIHAN PROGRAM STUDI DI PERGURUAN TINGGI Ikhwan Rahmatika Latif; Karuni Humairah Arta; Ilham Mirza Saputra; Desi Marlizar; Nizar Saputra
PENA DIMAS: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 2, No 1 (2023): Pena Dimas: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/penadimas.v2i1.20807

Abstract

Risk mitigation is a strategic approach that aims to reduce or maintain the initial level of risk until it reaches a desired residual level. The main purpose of this skill is to equip students with the necessary abilities to effectively overcome obstacles that arise after high school studies. The method of implementing this service is by socialization, education, and evaluation related to Risk Mitigation in decision-making management carried out at SMA Negeri Unggulan Tapaktuan. Participation in this community service activity produces and makes students able to practice risk mitigation in decision-making management for the benefit of students in determining the study program and campus of their choice after senior high school studies. Participants of the activity understand the importance of knowing their interests and talents for the basis of decision making to choose a study program in college. Errors in making study programs can be prevented through analysis of academic grades obtained at school.
Learning to Recite the Qur'an Using the Baghdadiyah Method in Early Childhood: A Traditional Dayah Learning Model in Aceh Karuni Humairah Arta; Sugito Sugito
AL-ISHLAH: Jurnal Pendidikan Vol 15, No 4 (2023): AL-ISHLAH: JURNAL PENDIDIKAN
Publisher : STAI Hubbulwathan Duri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35445/alishlah.v15i4.3448

Abstract

This study aims to describe learning to recite the Qur'an using the Baghdadiyah method as typical Qur’an learning in Aceh, especially in the Traditional Dayah of Aceh. This research belongs to qualitative descriptive. The data were collected through observation, interviews, and documentation. The data were gained by extracting the interview results with the headmaster of Dayah in Aceh Besar, Aceh, conducting observations of the implementation of the Baghdadiyah method, and reviewing the supporting documents. The analysis was data reduction, data presentation, and conclusions. The results showed that learning to recite Al-Qur'an in Aceh Besar employed the Baghdadiyah method during the learning process. The students recite the Qur’an by spelling, followed by Nala (reading without spelling) and fluent Qur’an reciting.
URGENSI PENANAMAN NILAI-NILAI KEPEMIMPINAN PADA SISWA DALAM MENGHADAPI PROBLEMATIKA PASCA PENDIDIKAN MENENGAH Latif, Ikhwan Rahmatika; Arta, Karuni Humairah; Najamudin, Najamudin; Kesha, Cut Nabilla; Muharrir, Muharrir; Ridha, Arrazy Elba
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 4 (2024): Volume 5 No. 4 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i4.32455

Abstract

Pendidikan bukan hanya tentang penguasaan materi pelajaran, tetapi juga tentang membentuk karakter dan sikap yang akan membawa siswa meraih keberhasilan di masa depan. Kepemimpinan adalah salah satu nilai yang harus ditanamkan dalam proses pendidikan agar para siswa dapat menjadi individu yang tangguh dan siap menghadapi tantangan kehidupan setelah lulus dari tingkat pendidikan menengah. Atas dasar tersebut pelaksanaan pengabdian untuk menindaklanjuti itu dilakukan oleh tim pengabdi dengan menggunakan metode sosialisasi dengan menggunakan kuesioner sebagai uji tingkat pemahaman dan pengaplikasian nilai kepemimpinan pada siswa kelas XII di Sekolah MAN 2 Aceh Barat. Berdasarkan hasil kegiatan pengabdian tersebut, mayoritas siswa kelas XII baik dari jurusan IPA dan IPS telah memahami materi dan mampu menyelesaikan contoh-contoh kasus problematika yang disajikan dalam kuesioner ketika di akhir pemaparan materi. Hal ini menjadi modal penting bagi para siswa MAN 2 Aceh Barat untuk dapat memimpin dirinya sendiri dan mampu menghadapi berbagai probelmatika yang akan mereka hadapi secara nyata pasca menyelesaikan studinya di sekolah menengah atas.
Dari Kelas Konvensional ke Pembelajaran Digital: Penguatan Kapasitas Guru melalui Pemanfaatan Artificial intelligence dalam Pembelajaran Aziz, Chairul Iqbal; Latif, Ikhwan Rahmatika; Fahlevi, Reza; Rizki, Julia; Najamudin; Kurniawan, Putra; Arta, Karuni Humairah; Abrar, Habibul; Haikal, Muhammad
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 2 (October 202
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i2.3447

Abstract

Perkembangan teknologi Artificial intelligence (AI) atau kecerdasan buatan telah menghadirkan peluang baru dalam transformasi sistem pendidikan, termasuk pada jenjang sekolah dasar. Namun, sebagian besar guru masih menghadapi keterbatasan dalam pemahaman dan keterampilan memanfaatkan teknologi ini untuk mendukung proses belajar mengajar. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memperkuat kapasitas guru dalam menerapkan AI sebagai inovasi pembelajaran yang adaptif dan kontekstual. Kegiatan dilaksanakan di SD Negeri 3 Meulaboh dengan menggunakan pendekatan partisipatif melalui serangkaian kegiatan sosialisasi, demonstrasi, praktik langsung, dan diskusi reflektif. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan dalam literasi digital guru, baik pada aspek pemahaman konsep maupun kemampuan mengoperasikan aplikasi berbasis AI seperti ChatGPT, Canva AI, dan Wordwall dalam pengembangan media pembelajaran. Kegiatan ini juga menumbuhkan kesadaran kolektif untuk membangun jejaring belajar antarguru sebagai upaya berkelanjutan dalam penerapan teknologi digital di lingkungan sekolah. Melalui kegiatan ini, universitas berperan aktif dalam menjembatani kesenjangan teknologi di dunia pendidikan dasar serta mendukung terwujudnya ekosistem pembelajaran yang inovatif dan inklusif di era digital.