Sampah plastik menjadi ancaman serius bagi ekosistem pesisir Desa Tambaklekok, Kecamatan Lekok, Kabupaten Pasuruan. Tingginya volume limbah plastik rumah tangga yang dibuang ke tambak, sungai, dan laut menyebabkan degradasi lingkungan sekaligus menekan kualitas kehidupan nelayan setempat. Artikel ini memaparkan pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan oleh melalui program inovasi paving block berbahan limbah plastik sebagai solusi pengelolaan sampah berbasis pemberdayaan. Metode yang digunakan adalah Participatory Action Research (PAR) dengan tahapan: asesmen kebutuhan berbasis survei dan FGD, pelatihan teknis pembuatan paving block, pendampingan produksi, serta evaluasi partisipatif. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa masyarakat, terutama kelompok karang taruna, mampu memproduksi paving block berbahan campuran limbah plastik dan pasir dengan komposisi optimal 25–30% yang memenuhi standar kekuatan tekan minimum. Selain itu, terjadi peningkatan signifikan pada kesadaran lingkungan dan keterampilan teknis peserta. Pembahasan mengaitkan temuan ini dengan teori ekonomi sirkular dan inovasi sosial, serta membandingkannya dengan program serupa di Lampung, Kota Serang, dan Ghana. Penelitian ini menyimpulkan bahwa inovasi paving block plastik berpotensi menjadi model pemberdayaan masyarakat pesisir yang replikatif dan berkelanjutan jika didukung oleh ekosistem kelembagaan yang kuat.
Copyrights © 2026